Farid Nurrahman for Kaltim Today

Kaltimtoday.co - Hingga Selasa (11/6/2019) banjir Samarinda masih menggenangi sejumlah kawasan di Samarinda. Setidaknya ada 3 kecamatan yang tergenang, yakni Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu.

Pemkot Samarinda sudah menetapkan status siaga bencana banjir di Kota Tepian. BMKG memprediksi hingga 7 hari kedepan Samarinda masih diguyur hujan. Warga diminta untuk waspada dan segera mengungsi apabila ditimpa banjir.

Pemkot Samarinda sendiri menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir semakin parah. Selain karena curah hujan tinggi dan air laut sedang pasang. Seperti pembukaan lahan untuk kaveling yang begitu masif, dan banyaknya permukiman yang dibangun tanpa IMB. Selain itu, kondisi Waduk Benanga yang begitu parah akibat pendangkalan. Dari kapasitas 1,6 juta meter kubik, saat ini tersisa 500 ribu meter kubik akibat sedimentasi.  

“Daerah resapan air di hulu SKM sudah banyak terkikis. Dari kegiatan pembanguna permukiman warga, perumahan dan pembukaan lahan tambang,” ucap Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin.

Kepada media, seperti dikutip dari Tribun Kaltim, Kepala Seksi Operasi Sumberdaya Air Badan Wilayah Sungai Kalimantan III Arman Effendi menyebutkan kondisi di Waduk Benanga sudah sangat luar biasa rusak. Daya tampung air di waduk tersebut sudah tidak bisa diandalkan.

“Sepertiganya saja dari kapasitas 1,6 juta meter kubik. Sisanya tertutup sedimen,” ucapnya.

Saat ini Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda bahu-membahu membantu korban bencana. Elemn masyarakat dari berbagai lii turut menyalurkan bantuan. Pemprov Kaltim sendiri selain mendirikan dapur umum, juga membuka hotel atlet untuk penampungan pengungsi. Di tempat ini, lebih dari 1.000 pengungsi bisa ditampung.

Sementara Pemkot Samarinda membuka Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda di Jalan S Parman sebagai pusat informasi dan bantuan bagi para korban bencana.

[TOS]