Kaltimtoday.co - BPJS Kesehatan mengakhiri kerja sama dengan 2 rumah sakit di Samarinda terhitung mulai 1 Januari 2019. Pemutusan itu dilakukan karena rumah sakit belum mendapatkan sertifikat akreditasi.

Di Samarinda, rumah sakit yang diputus kerjasamanya yakni, RSUD Korpri AW Syahranie dan RS Thaha Bakrie. Kedua rumah sakit mengajukan penghentian kerjasama karena izin operasional telah habis. Sehingga, seluruh pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut dihentikan. 

Kepala BPJS Kesehatan Samarinda Octovianus Ramba mengungkapkan, penghentian kerjasama dengan dua rumah sakit tersebut mesti dilakukan karena masalah izin operasional yang belum keluar sampai saat ini. Padahal, izin operasional itu bersifat mutlak agar kerjasama dengan BPJS Kesehatan bisa dilakukan.

“RS itu juga yang meminta kerjasama memang tidak dilanjutkan lagi,” ungkap Octovianus saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin (7/1/2019). 

Dalam kesempatan tersebut, Octovianus sekaligus membantah BPJS Kesehatan menghentikan kerjasama dengan Rumah Sakit Siaga Samarinda dan Rumah Sakit Sangkuliran. 

Kedua rumah sakit itu, jelas dia, tetap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pelayanan tetap jalan. Tidak diputus. Meskipun, pengelola rumah sakit masih harus mengurus sejumlah kelengkapan administrasi. 

“Dua rumah sakit itu masih diberikan kesempatan mengurus akreditasi sampai Juni. Jadi tidak benar kalau pelayanan BPJS Kesehatan dihentikan,” katanya. 

Seperti diketahui, akreditasi dan kredensialing adalah syarat mutlak untuk kerja sama antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit yang disyaratkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang ada untuk mengurus sertifikat akreditasi sedari tahun 2014, saat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimulai.

Meski begitu, pada 4 Januari lalu, Kemenkes menerbitkan surat keringanan bagi faskes yang sedang mengurus akreditasi, tetap bisa memberikan pelayanan kepada peserta BPJS.

“Akreditasi itu untuk menjamin keamanan pasien dan kesejahteraan rumah sakit,” pungkasnya. 

[WAL | TOS]


Artikel Terkait