Kaltimtoday.co - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar acara pertemuan dengan tajuk 'Silaturahmi Kebangsaan' dan Buka Puasa Bersama di Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim jalan Gajahmada Sabtu (18/5/2019) 16.30 WITA. 

Dalam acara tersebut, bersama para Forkompimda, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Lintas Etnis Kaltim, dan Tokoh Masyarakat lainnya, melakukan deklarasi dalam rangka melangsungkan situasi kondusif pasca pemilu. 

 Deklarasi bersama dibacakan dan ditandatangani oleh semua undangan dengan isi sebagai berikut, 

1. Terus meneguhkan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

2. Berkomitmen menjaga situasi aman dan kondusif di Kalimantan Timur dengan mengedepankan toleransi dan persamaan sebagai umat manusia yang bersaudara satu sama lain dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontraproduktif.

3. Menghormati hasil Pleno penghitungan suara Pemilu 2019 yg telah ditetapkan oleh KPU Provinsi Kaltim,

4. Menghimbau agar seluruh masyarakat Katim utk membangun kembali silahturahmi dan kebersamaan pasca pemungutan suara dan penghitungan suara di KPU Provinsi Kaltim,

5. Menolak semua bentuk ajakan maupun hasutan dari pihak manapun yg dapat mengganggu situasi yg kondusif di Kalimantan Timur,

6. Menolak dengan keras ajakan kepada masyarakat Kaltim utk melakukan People Power yang mengarah kepada inskontitusional dan dapat mengarah timbulnya perpecahan antar sesama warga masyarakat dan dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas di Kalimantan Timur. 

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah, KPU Kaltim, Bawaslu Kaltim, TNI, dan seluruh pihak terkait.

“Selaku penanggung jawab, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah jaga kondisi kondusif di Pemilu 2019,” ucap Priyo Widyanto.

Priyo juga menegaskan isu kecurangan pemilu yang sedang berseliweran tidak berlaku di Kaltim.

“Pemilu telah selesai. Mulai tingkat terbawah hingga provinsi. Soal isu pemilu curang, itu tak berlaku di Kaltim," tegasnya. 

Ia juga menuturkan, telah menyaksikan proses rekapitulasi suara dari tingkat PPK hingga KPU Pusat. Ia meyakinkan proses rekapitulasi dilihat semua saksi dan pengawas pemilu. Perhitungan dilakukan secara terbuka tanpa adanya kecurangan.

Terkait beberapa pihak yang mengklaim pemilu curang, tambah Priyo, pihak tersebut dipastikan tidak hadir maupun mengikuti secara jelas proses rekapitulasi dari awal hingga tahap nasional.

"Saya pastikan mereka tak ada dalam rapat pleno.Mereka hanya melihat informasi di medsos. Isu curang ini hanya untuk membuat masyarakat bingung,” kritiknya.

Kesepahaman juga dilontarkan oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Ia meyakinkan seluruh pihak harus menerima hasil dengan lapang dada.

"Kaltim sudah menyelesaikan rekapitulasi suara dengan damai.Jadi siapa yang tidak puas dengan hasil, silahkan mengajukan keberatan dengan aturan yang ada," tutur Hadi kepada awak media. 

Hadi menutup dengan pernyataan bahwa Kaltim akan menunggu pengumuman resmi dari KPU RI pada Rabu (22/5/2019) tanpa intervensi apapun. 

[DSY]