Kaltimtoday.co - Kelompok Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) mengadakan acara Bung Hatta Kalimantan Tour 2019 di Aula Rektorat Unmul Lantai 4, Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (9/4/2019). 

Pembicara dalam acara tersebut adalah Meutia Hatta, putri mendiang Bung Hatta, dan Herdiansyah Hamzah, ketua Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Unmul. Turut hadir, Sekretaris Dewan Pengurus Harian BHACA Sharmi Ranti, serta Wakil Rektor Unmul Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf.

Acara ini adalah rangkaian tur BHACA di Pulau Kalimantan, salah satunya di Samarinda, Kaltim.

Meutia Hatta memaparkan dalam diskusinya, mediang ayahnya terus menanamkan nilai kehidupan untuk berlaku jujur dan tidak korupsi.

"Orang yang korupsi itu berarti merendahkan dirinya sendiri karena mengambil hak orang lain," ujar Meutia Hatta. 

Meutia bercerita, tentang kedua orangtuanya mengajarkan untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh tabah serta tidak pelit.

"Sesusah apapun kehidupan, kita harus tabah. Ajaran ibu yang saya pegang sampai sekarang. Jangan pelit tapi tidak boros, terus beramal dan berzakat," tuturnya. 

Meutia berharap acara yang diselenggarakan oleh BHACA terus berlanjut hingga seluruh Indonesia sehingga kalangan anak muda ikut berjuang memberantasi korupsi.

"Anak muda akan menjadi kelompok intelegensi dimana mereka akan menalarkan dan mengedukasi masyarakat bahayanya korupsi," tambah dia.

Sementara itu, Herdiansyah Hamzah, mengatakan bahwa korupsi menjadi pekerjaan rumah suatu negara yang panjang dan lama.

"Persoalan korupsi ini sulit memang untuk kita hindari," ujarnya. 

Castro, panggilan akrabnya, mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam semangat anti korupsi. Castro pemberantasan korupsi jangan dibebankan kepada KPK tapi juga harus menjadi beban semua pihak. 

"Masyarakat harus menjadi kekuatan untuk memberangus korupsi," tegasnya.

Pemilu 17 April 2019 akan menjadi lahan politik uang para caleg demi meraup suara masyarakat. 

Meutia Hatta menghimbau masyarakat untuk cerdas dalam memilih pasangannya.

"Harus sama kata dan perbuatan. Apabila calegnya pernah punya sejarah korupsi, sebaiknya tidak dipilih kembali. Jangan juga masyarakat menerima pemberian para caleg," ujarnya. 

Sama halnya dengan tanggap Castro, dia berharap masyarakat berpikir secara rasional. Tidak pragmatis. Harus teliti rekam jejak caleg yang akan dipilih, sehingga tahu mana caleg yang terbaik dan bisa memperjuangkan aspirasi rakyat. 

Acara diramaikan pula dengan penampilan Simponi Band dan pembacaan puisi dari salah satu Mahasiswi Unmul. Acara diakhiri dengan foto bersama pada pukul 17.00 WITA.

[DSY | TOS]