Kaltimtoday.co - Seiring dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat, diera milenial seperti sekarang mulai dari anak, orang dewasa, maupun orang yang sudah lanjut usia menjadi penikmat media dengan beragam konten yang tidak difilter seperti halnya yang berbahaya ialah pornografi dapat memberikan efek kejahatan dan kerusakan otak bagi orang lain yang terpapar. Kebelengguan ini membuat orang yang secara visual dapat memberikan pengaruh menjadi pelaku dari kekerasan pelecehan seksual yang menyerang perempuan dan anak. Sangat memprihatinkan hal ini merupakan kejahatan yang nyata serta dzalim yang harus di tindak tegas.  Jangan menyepelekan segala bentuk kekerasan, karena perempuan dan anak merupakan pewaris peradaban di masa depan, jika perempuan dan anak di diskriminalisasikan, ditindas, dan diperlakukan dengan tidak manusiawi maka hanya ada satu kata yaitu, LAWAN !

Indonesia Darurat Kekerasan Pada Perempuan, belum lama kasus yang masih hangat menjadi perbincangan di publik yaitu, kasus pelecehan seksual di ranah pendidikan yang menimpa seorang perempuan yaitu, Bu Nuril seorang guru dan Agni Seorang Mahasiswi. Kita tidak ingin diam dan menutup mata dengan kerusakan yang terjadi, pengungkapan kasus ini harus segera di usut tuntas agar kemudian kita tidak menginginkan hal serupa terjadi kepada perempuan di kemudian hari.

Darurat ! tercatat kekerasan terhadap perempuan dari tahun 2017 dalam catahun 2018 mengalami peningkatan yaitu, sebesar  348.446 kasus naik sekitar 25 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2016) yaitu sebesar 259.150 kasus (Sumber : Catahun Komnas Perempuan). sedangkan kekerasan di Wilayah Kalimantan Timur dalam waktu 2 tahun terakhir pada tahun 2016 – 2017 juga mengalami peningkatan drastis yaitu, dari 499 kasus di tahun 2016 meningkat menjadi 655 kasus di tahun 2017. Darurat Kekerasan Pada Perempuan dan Anak tercatat 1.154 Kasus. (Sumber data: Simfoni DKP3A). Jumlah kasus tertinggi angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang secara umum paling banyak melaporkan, pringkat kedua disusul oleh kasus kekerasan seksual pada anak – anak dan di lanjutkan dengan kasus HAK asuh anak akibat perceraian.

Darurat Kekerasan di lingkungan terdekat kita ialah maraknya kasus pembuangan bayi secara cuma – cuma bahkan sampai menyebabkan kematian yang membuat kita resah. kejadian di daerah Samarinda tercatat Kekerasan Seksual terhadap perempuan dan anak pada Tahun 2015 – 2018 mengalami kejadian (pencabulan & pemerkosaan) pada perempuan usia 4 – 18 tahun terdapat 6 korban. tahun 2016 kekerasan seksual (pencabul dan pemerkosaan) terdapat 16 korban pada laki – laki usia 7 – 10 tahun terdapat 3 korban. Tahun 2017 Kekerasan Seksual pada perempuan dari usia 5 -18 tahun terdapat 11 korban. Pada laki - laki usia 5 - 11 th terdapat 8 kasus. Tahun 2018 Kekerasan Seksual pada perempuan usia 5 - 18 tahun terdapat 7 korban. Pada laki - laki usia 5 - 10 th terdapat 4 korban. (Sumber data: P2TP2A Prov. Kaltim)

Jika perempuan dan anak tidak di lindungi dan di rampas haknya, maka perempuan KAMMI menyatakan sikap:

  1. Menuntut pemerintah untuk memberikan ketegasan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan kejahatan lainnya
  2. Menuntut pemerintah untuk memberikan jaminan keselamatan terhadap korban kekerasan seksual
  3. Mendesak pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus kekerasan seksual
  4. Mengecam keras pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak
  5. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk responsif dari segala bentuk kekerasan seksual

Persoalan banyaknya korban kekerasan menambah permasalahan panjang bagi pemerintah dalam daftar penyelesainnya, pemerintah tidak seharusnya hanya memberikan keprihatinan, karena kita butuh sikap dan tidakan tegas. hal ini  membuktikan bahwa pemerintah gagal melindungi perempuan dan anak bangsa.

“Wahai Saudaraku, begitu banyak nikmat yang Tuhan berikan, rezeki yang tak ada putusnya, ilmu yang bermanfaat, jasmani yang sehat, tempat tinggal yang nyaman, persaudaraan yang mengikat diantara kita, dan masih banyak lagi hal yang diberikan oleh pencipta. Saatnya menjadi sebagai – baik pemimpin yang tampil di medan perjuangan sebagai perekat umat, dan penyelamat”

[WAL | KAMMI KALTIM]


Artikel Terkait