DISYA/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim menyelenggarakan acara Deklarasi Pemilu Damai 2019 dan doa bersama lintas agama bertemakan pemilu damai, aman, dan sejuk di Hotel Senyiur Samarinda, Jalan Diponegoro, Kamis (11/4/2019) pukul 20.00 WITA. 

Gubernur Kaltim Isran Noor, Ketua KPU Kaltim Rudiansyah, Ketua Bawaslu Kaltim Saipul Bahtiar, Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Polri Priyo Widyanto hadir di acara tersebut. 

Selain itu, dihadiri pula pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda hadir demi turut serta mengamankan Pemilu 2019. 

Gubernur Kaltim, Isran Noor memberi apresiasi Polda Kaltim telah menggelar acara tersebut dan menyatakan Kaltim di zona hijau dalam persiapan Pemilu 2019.

"Saya apresiasi kapolda yang telah menggelar acara ini dan baru pertama kalinya ada deklarasi. Saya yakin Kaltim aman menjelang Pemilu," kata Isran.

Dalam sambutannya, Isran meminta Penyelenggara Pemilu untuk memenuhi jumlah surat suara di seluruh wilayah Kaltim.

"Kurangnya 1 perseb dari keseluruhan jumlah surat suara mengharuskan KPU dan Bawaslu untuk memenuhi jumlah surat suara," harapnya.

Penggagas acara, Irjen TNI Priyo Widyanto berharap Pemilu tahun 2019 berlangsung aman.

"Jangan sampai ada yang mencoba merusak atau mengganggu masyarakat yang ingin menggunakan hak suaranya," ujarnya. 

Kapolda Kaltim mengerahkan 5.000 personil dengan dibantu sekitar 2000 personil dari TNI demi mengamankan pemilu 2019.

"Kami akan memberikan keamanan ekstra untuk titik rawan di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan," kata Priyo. 

Mayjen TNI Subiyanto akan memberikan perhatian penuh terhadap kondisi pasca pencoblosan. Pada saat perhitungan suara akan menjadi kerawanan dalam kericuhan pemilu.

"Kita terus antisipasi setelah 17 April 2019. Biasanya ada beberapa orang yang tidak puas, jangan sampai ketidakpuasan itu akan berakhir dengan kericuhan," tegasnya. 

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan suaranya atau tidak golput. 

Acara deklarasi ditandai dengan tanda tangan dari seluruh pihak terkait dan ditetapkan oleh Gubernur  Kaltim, Ketua KPU Kaltim, Ketua Bawaslu Kaltim, Kodam VI / Mulawarman, dan Kapolda Kaltim. 

Doa lintas agama dilakukan oleh 6 pemuka agama. Salah satunya, Ketua MUI Kaltim KH Hamri Has perwakilan dari Agama Islam.

[DSY | TOS]