Kaltimtoday.co - Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa mengalami luka serius di kaki. Gede menjadi korban aksi anarkis mahasiswa yang menolak pembangunan pabrik semen di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019). 

Selain kepala Satpol PP Kaltim, sejumlah aparat Satpol PP juga mengalami luka-luka di bagian kepala dan pelipis wajah. Sejumlah aparat kepolisian juga mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu. 

Hingga saat ini, situasi di kantor gubernur berlangsung tenang Ada 1 Sound System AMPK yang disita oleh kepolisian. 

Jumlah mahasiswa yang terluka dan terkena dipukul sementara ini tercatat 20 orang. Sedangkan, dari pihak kepolisian kurang lebih 7 orang.

Hujan deras yang menguyur Samarinda membuat aksi anarkis mahasiswa mereda. Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak mahasiswa terkait aksi yang mereka lakukan. 

Seperti diketahui, unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim berlangsung ricuh. 

Awalnya, para mahasiswa dan aparat saling dorong mendorong. Karena tidak bisa memasuki gedung, para demonstran melempar batu dan tongkat ke arah aparat kepolisian.

AMPK Kaltim unjuk kedua kalinya menggelar aksi unjuk rasa menolak pabrik semen di Kutai Timur dan Berau. Unjuk rasa ini atas hasil konsolidasi 62 organisasi mahasiswa sejak minggu lalu. Aksi AMPK menindaklanjuti sikap Gubernur Kaltim, Isran Noor, yang tidak mengindahkan aspirasi AMPK untuk mencabut izin pembangunan pabrik semen. Aksi kali ini diikuti lebih dari 500 orang. 

Humas AMPK Kaltim Andi M Akbar mengatakan, pihaknya tetap berpegang dengan tuntutan untuk mendesak Pemprov Kaltim mencabut izin pendirian pabrik semen. Sekaligus mencabut seluruh IUP di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyani sempat bertemu langsung dengan demonstran. Hadi sempat geram dengan penolakan aktivis karena enggan diajak melakukan berdialog secara terbuka. 

"Saya sebagai pemimpin berlaku adil. Kami pasti mengkaji pernyataan satu persatu. Tidak serta merta menolak dan tidak serta-merta diterima," kata Hadi kepada para demonstran.

[DSY | TOS]