Kaltimtoday - Perebutan kursi wakil wali kota Samarinda memanas. Koalisi tiga partai, PKS, Nasdem, dan Demokrat ngotot mengusung kader masing-masing. 

PKS mengusung Sarwono, Nasdem mengusung Saefuddin Zuhri, dan Demokrat mengusung Viktor Juan. 

Sebelumnya, hanya dua partai yang mengusung nama, yakni dari PKS dan Demokrat. Namun belakangan Demokrat ikut ambil bagian dalam perebutan kursi. Meski jabatan wali kota sudah diduduki oleh Syaharie Jaang, kader Demokrat yang juga ketua DPD Demokrat Kaltim. 

Masuknya nama Viktor Juang, ketua DPC Demokrat Samarinda, disampaikan ketua Fraksi Demokrat DPRD Samarinda Elia Libur. 

“Ini politik, semua partai pengusung punya hak sama,” katanya. 

Demokrat, kata Elia, tidak ambil pusing atas penolakan dari PKS dan Nasdem. Toh, di level nasional saat pendaftaran calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi sama-sama dari Gerindra. Tidak menutup kemungkinan hal yang sama terjadi di Samarinda. 

Dari tiga nama itu, partai akan berembuk. Menyodorkannya ke Syaharie Jaang untuk dipilih dua nama. Selanjutnya disodorkan ke DPRD Samarinda untuk dilakukan voting memilih wakil wali kota dalam rapat paripurna.

Masing-masing partai merasa berhak menduduki kursi nomor 2 di Balai Kota. Nasdem merasa berhak karena sebelumnya almarhum Nusyirwan merupakan kadernya. Sementara PKS merasa berhak mendapat jatah karena hanya pihaknya yang belum, karena sebelumnya sudah Nasdem. Adapun Demokrat merasa berhak karena juga tergabung dalam koalisi pendukung duet Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail saat Pilkada Serentak 2015. 

Seperti diketahui, proses pergantian diatur dalam UU Nomor 8/2015 dan UU Nomor 10/2016. Prosesnya harus melalui rapat paripurna di DPRD. 

[MAO]