Kaltimtoday.co- Debat kedua Pilgub Jawa Barat tiba-tiba berubah menjadi ricuh saat sesi akhir closing statement. Masalah dipicu karena pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu tiba-tiba menyuarakan #2019GantiPresiden.

 

"Saya tidak pernah jadi bupati, gubernur, saya hanya bekas dubes. Pengalaman saya di luar duduk di pemerintahan nasional akan saya bawa dengan ilmu yang saya miliki untuk membangun Jabar yang paling modern, maju, bertakwa dan sejahtera," ucap Sudrajat dalam debat di kampus UI, Depok, Senin (14/5)seperti dilansir dari situs kumparan.com.

 

"Pilih nomor 3 Asyik. Kalau Asyik menang, insyaallah 2019 kita akan mengganti presiden," tutup Sudrajat.

 

Syaikhu yang berdiri di samping Sudrajat, tiba-tiba membuka poster kain bertuliskan 'Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden'.

 

Seketika pendukung koalisi Jokowi yang berada di forum bereaksi."Jokowi...!! Jokowi...!! Jokowi..!!!" teriak mereka.

 

"Jokowi dua periode...!!!" teriak lainnya mulai berdiri.

 

Massa koalisi pendukung Joko Widodo itu ngamuk dengan berdiri sambil mengacung-acungkan simbol dua jari dan menunjuk Sudrajat-Syaikhu. Mereka seperti tidak terima ada pesan kampanye Pilpres di forum debat.

 

"Mohon tenang, mohon tenang," seru moderator Anisha Dasuki. Tapi para pendukung Jokowi makin lantang berteriak. Padahal, mestinya giliran satu pasangan calon lagi yang berbicara yaitu Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. 

 

Namun mereka tak bisa memulai closing statement karena suasana yang riuh dengan teriakan.

"Pasangan Anda sudah bicara, mohon hargai pasangan nomor 4," ucap moderator Alvito.

 

"Mohon tenang, apakah kita akan akhiri debat dengan seperti ini," lanjutnya. Polisi mulai masuk ke area debat.

 

Suasana tetap memanas. Pendukung Jokowi menolak diam. "Jokowi..!! Jokowi..!!" teriak mereka.

 

Deddy Mizar yang tak juga bisa bicara, menemui moderator bahwa dia tidak perlu bicara. Cukup rekaman saja di belakang, nanti didengarkan di forum debat.

 

Ketua KPU Yayat Hidayat lau maju ke atas panggung untuk menenangkan massa. Dia meminta jika ada yang dipersoalkan bisa dibahas di luar forum debat. 

 

"Kita punya Bawaslu, nanti bisa kita selesaaikan dengan baik. Tolong kepada masing-masing tim kampanye untuk bisa menaan diri," seru Yayat.

 

Tapi sudah 6 menit, suasana masih memanas lantaran teriakan pendukung Jokowi tak berhenti. Mereka tetap tak terima ada kampanye 2019 Ganti Presiden.

 

Giliran cagub asal PDIP, TB Hasanuddin, angkat bicara. Dia mencoba menanangkan pendukungnya. Namun rupanya tidak mudah.

 

"Ini forum Pilgub belum masuk kepada capres, jadi mohon saudara tenang! Tenang! Tenang sudah! Kita selesaikan nanti. Saya mohon tenang, jangan terpancing," ucap TB berulang kali namun tak dipatuhi. 

 

"Saya mohon kader PDIP tenang, tenang..!! Coba sekarang duduk," tegas TB dengan nada tinggi.

 

"Kepala boleh panas, tapi hati tetap tenang. Tolong semua duduk, jangan memalukan," timpal Anton Charliyan.

 

Setelah suasana agak tenang, Demiz akhirnya angkat bicara. "Saya kurang bernafsu menyampaikan karena melihat istri saya ketakutan," ucapnya.

 

Akhirnya Dedi Mulyadi menutup dengan pantun.

 

[Mao Iskandar | Kumparan.com]