Kaltimtoday.co - Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kaltim menggelar acara pelantikan masa bakti 2018-2021, Sabtu (10/3). Pelantikan dihadiri sejumlah tokoh, selain pengurus pusat IKAT, tokoh yang hadir salah satunya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Dalam acara pelantikan itu turut hadir calon gubernur yang juga Ketua Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim Andi Sofyan Hasdam. Calon petarung di Pilgub Kaltim itu tidak sendiri, di samping Andi Sofyan Hasdam turut hadir calon wakil gubernur Safaruddin.

Awang Faroek Ishak didapuk oleh IKAT Kaltim untuk berpidato memberikan sambutan. Sejatinya oleh panitia Andi Sofyan Hasdam turut memberikan sambutan dalam rangkaian tersebut. Namun, gubernur menolak jika Andi Sofyan Hasdam turut memberikan sambutan. Jika dipaksakan, maka Awang Faroek mengancam meninggalkan acara. Tak ingin membuat situasi gaduh dan  tidak kondusif, Andi Sofyan Hasdam mengalah. Dia memilih meninggalkan pelantikan IKAT Kaltim tersebut.

Melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Andi Sofyan Hasdam meminta maaf atas sikapnya yang terpaksa meninggalkan acara pelantikan tersebut. Alasannya jelas, demi suasana kondusif. Pasalnya, sempat terjadi perdebatan panas antara panitia, tim Andi Sofyan Hasdam, dan protokol pemprov perihal sambutan ketua KKSS Kaltim tersebut.

“Saya datang karena penghormatan saya kepada IKAT. Apalagi diundang tercantum ada sambutan dari ketua KKSS Kaltim,” tulis Andi Sofyan Hasdam.

Mantan wali kota Bontang dua periode itu menyebutkan, demi menghadiri pelantikan IKAT Kaltim itu dia membatalkan beberapa acara pribadi. Tak lain karena penghormatan dirinya kepada panitia. Namun dia sayangkan panitia tidak menyampaikan sebelumnya jika gubernur tidak bersedia hadir jika dirinya memberikan sambutan.

Dia pun sangat menyesalkan ada pejabat yang tidak bisa membedakan antara acara politik dengan acara sosial. ”Saya hadir pada acara ini selaku orang tuanya warga Sulsel yang di dalamnya termasuk warga Toraja,” tambahnya.

Atas kekecewaan Andi Sofyan Hasdam tersebut, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tak ingin ambil pusing. Menurut Faroek hal itu semua menjadi tanggungjawab panitia pelaksana. Dalam undangan hanya tercantum dirinya untuk memberikan sambutan. Tidak ada jadwal sambutan untuk ketua KKSS Kaltim. 

"Jangan salahkah saya. Saya diundang silaturahmi, saya ditetapkan berikan sambutan, dijadwal tidak ada dari KKSS. Kok saya yang disalahkan," tegas Faroek ketika dikonfirmasi di kantor, Senin (12/3). 

Dia menegaskan, tidak menolak ada sambutan ketua KKSS Kaltim dalam acara pelantikan IKAT Kaltim tersebut. Dia menolak karena sejak awal memang tidak ada jadwal  sambutan untuk Andi Sofyan Hasdam. Sehingga, semua itu menjadi tanggungjawab panitia. 

"Saya tidak menolak sambutan," ucapnya.

Dari susunan acara yang diterima media ini berdasarkan undangan untuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memang tidak ada jadwal sambutan untuk Ketua KKSS Kaltim Andi Sofyan Hasdam. Dalam susunan acara di undangan sambutan hanya dipersilakan untuk ketua IKA Kaltim demisioner, ketua IKAT  Kaltim baru, ketua umum IKAT, dan terakhir sebelum pembacaan doa sambutan dari gubernur. Susunan acara itulah yang menjadi dasar gubernur.  

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait