Kaltimtoday.co - Moda transportasi umum di Bandara APT Pranoto bakal ditata lebih serius. Selain menghindari adanya angkutan umum yang tidak resmi, penataan dilakukan demi menghindari konflik layaknya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan beberapa waktu lalu. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, moda transportasi umum dari dan ke Bandara APT Pranoto bakal diawasi secara ketat. Pihaknya akan selektif mengeluarkan izin operasi bagi moda transportasi yang melayani masyarakat di bandara anyar tersebut. Seperti bus maupun taksi. Jika berjalan sesuai rencana, konflik antar angkutan diharapkan bisa diatasi sedini mungkin. 

Saat ini, sebut Salman, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Samarinda maupun Kaltim. Rapat koordinasi untuk membicarakan aturan angkutan umum yang boleh melayani penumpang di Bandara APT Pranoto. Selain demi menghindari kasus di Balikpapan terjadi di Samarinda, koordinasi juga dilakukan untuk menjelaskan aturan tentang keberadaan angkutan umum legal maupun ilegal. 

“Ilegal itu seperti angkutan online, di Bandara APT Pranoto mereka dilarang,” ujar Salman, Kamis (8/11). 

Sebagai tahap awal, dishub Kaltim akan melakukan survei kebutuhan angkutan umum yang beroperasi di Bandara APT Pranoto. Survei situ angat penting agar angkutan yang disediakan dan dizinkan sesuai kebutuhan. Tidak lebih dan kurang. 

“Kalau lebih nanti kasusnya sama seperti di Balikpapan. Jadi diantisipasi sejak awal,” ucap dia.

Dia memperkirakan, tahap awal Bandara APT Pranoto akan ada sekira 1.000- 2.000 penumpang setiap harinya ketika semua maskapai sudah beroperasi. Saat ini yang sudah mendapat slot time ada Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Express Air. Maskapai itu akan melayani penumpang dari Samarinda, Kukar, Kubar, Mahulu, Bontang dan Kutim.

"Angkasa Pura I juga akan membuat koperasi, makanya perlu kajian dan perhatian khusus soal angkutan umum. Organda pasti juga mau terlibat," tuturnya. 

Seperti diketahui, Bandara APT Pranoto sendiri diresmikan langsung Presiden Jokowi 25 Oktober lalu bersamaan dengan peresmian secara simbolis Bandara Maratua di Berau. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mempercepat pembukaan rute lintas provinsi. Seperti ke Jawa, Sulawesi, maupun Sumatera. Awalnya, Budi Karya menyanggupi rute baru lintas pulau baru bisa disanggupi dalam kurun waktu  satu bulan, namun oleh Presiden Jokowi diminta dipercepat menjadi hanya dua pekan.

Namun, hingga hari ini, tepat dua pekan, sejak perintah tersebut belum ada satu pun rute penerbangan baru seperti yang dijanjikan. Meski, maskapai Lion Air sudah mulai melakukan uji terbang pekan lalu untuk melayani rute penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar. 

"Memang tidak mudah, karena semua harus tersistem secara online. Sistem onlien di Bandara APT Pranoto kan harus tersambung ke seluruh bandara tujuan jadi itu yang masih diusahakan. Sabar saja, kami juga sedang fokus mempercepat itu," pungkasnya.

[PAS]


Artikel Terkait