Kaltimtoday.co – Aparat kepolisian diharapkan bersikap netral di Pilgub Kaltim 2018. Permintaan ini dilontarkan setelah dua bakal calon gubernur dikabarkan mendapat panggilan dari kepolisian. Pertama Syaharie Jaang, wali kota Samarinda dipanggil ke Mabes Polri. Kedua, Rizal Effendi, wali kota Balikpapan yang dipanggil ke Polda Kaltim. Upaya kepolisian ini dianggap sebagai kriminalisasi untuk menakut-nakuti dan memberi tekanan bagi calon agartidak ikut serta di Pilgub Kaltim yang pendaftarannya tinggal hitungan hari.

Hal tersebut diutarakan, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar(AMPG) Kaltim Husni Ayub saat menggelar jumpa pers usai Rapimda AMPG se-Kaltim, Sabtu (30/12). Ayub mengingatkan, aparat kepolisian harus menjalankan kerja secara profesional. Netral. Apalagi jelang Pilgub Kaltim. Hal tersebut penting demi menjaga kondusifitas keamanan di Kaltim. “Bahaya kalau polisi sudah tidak netral. Bisa mengakibatkan konflik horizontal,”  tegas Ayub.

Dia meminta, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin untuk segera menanggalkan jabatannya. Sebab, sebagai garda terdepan untuk melakukan pengamanan, kapolda dia nilai sudah melakukan politik praktis. Padahal, itu dilarang dalam UU Polri.

“Kalau mau maju silakan. Hak tiap warga Negara. Tapi dia harus segera menanggalkan statusnya. Sehingga posisi kepolisian dapat bersikap netral. Tidak ada kepentingan politik,” tambah dia.

 

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait