Kaltimtoday.co - Pangsa pasar ekonomi kreatif tengah menjadi perhatian besar pemerintah. Berbagai upaya dilakukan agar pelaku usaha dapat menembus dan bersaing di pasar global.

Meski tengah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, pelaku ekonomi kreatif saat ini masih minim yang mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) produk ataupun mereknya. Padahal, HKI sangat penting sebagai jaminan orisinalitas produk. Selain HKI juga dapat memudahkan produsen dalam memasarkan produk ke pasar nasional maupun global.

Plt Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf Fahmi Akmal mengatakan, pihaknya saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi ke berbagai daerah di Indonesia. Sebab, HKI memiliki peran penting untuk ekonomi kreatif. 

“Kesadaran pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mendaftarkan HKI sangat penting. Makanya kami datang langsung melakukan sosialisasi agar pelaku usaha berbondong-bondong mendaftarkan HKI produknya,” terang Fahmi Akmal saat melakukan sosialisasi di Hotel Midtown Samarinda, Rabu (13/3/2019). 

Menurut dia, jika usaha ekonomi kreatif di Samarinda telah memiliki HKI terdaftar, maka produk akan terlindungi dari tiruan atau penjiplakan dari pihak lain. Hingga saat ini, sosialisasi sudah dilakukan di puluhan kota mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Adapun sosialisasi HKI sudah dilakukan sejak 2016.

Disebutkan dia, pendaftaran HKI bisa dilakukan secara gratis dan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Untuk mengetahui tentang persyaratan dan proses pendaftaran HKI, pelaku ekonomi kreatif dapat mengunduh aplikasi bernama Biima.

"Selama ini, mencari informasi soal pendaftaran HKI agak sulit, sehingga kita sederhanakan dalam bentuk aplikasi,” terang dia. 

Diharapkannya, melalui sosialisasi yang digelar Bekraf dapat menjadi stimulus bagi Pemkot Samarinda untuk lebih proaktif memberikan fasilitasi serupa bagi para pelaku usaha kreatif di Kota Tepian. 

“Menumbuhkan ekonomi kreatif, dan memfasilitasi pendaftaran HKI bukan hanya tugas Bekraf, tapi tugas pemerintah daerah. Harus sama-sama karena ekonomi kreatif akan jadi tulang punggung ekonomi Indonesia pada masa yang akan datang,” pungkasnya. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengemukakan, pelaku ekonomi kreatif masih sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah agar berkembang. Bahkan di beberapa daerah para pelaku melakukan inisiatif dan prakarsa sendiri. Meski begitu, Bekraf harus tetap turun langsung bertemu para pelaku ekonomi kreatif untuk melakukan edukasi dan sosialisasi. Salah satunya Kaltim yang saat ini belum banyak mendapat perhatian dari pemerintah pusat untuk pengembangan ekonomi kreatif. 

“Kaltim tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga punya banyak potensi di sektor ekonomi kreatif. Harus diapresiasi dan didukung, jangan dibiarkan mereka berjuang sendiri,” ujar Hetifah. 

Politisi Golkar itu yakin, ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan ekonomi Kaltim pada masa mendatang. DPR, sebut dia, saat ini sedang berupaya menyelesaikan  RUU Ekonomi Kreatif. Regulasi itu akan menjadi payung hukum dalam melakukan sinergi antar lembaga demi meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif.

Dia optimistis, meski pengembangan ekonomi kreatif memiliki banyak tantangan, akan tetap berkembang di Kaltim. Tahun ini, ungkap dia, Bekraf akan memberikan fasilitasi kepada 1.800 pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan HKI produk di seluruh Indonesia. Besar harapan, peluang tersebut dapat diambil pelaku kreatif di Bumi Etam. 

“Sebagai wakil kaltim di DPR RI saya akan terus mendorong ekonomi kreaitf menjadi kekuatan ekonomi utama Kaltim. Jadi tidak lagi bergantung SDA. Semoga dalam waktu dekat RUU Ekonomi Kreatif dapat segera diketuk,” tutupnya.

Selain dihadiri Plt Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Fahmi Akmal dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, acara sosialisasi turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muhammad Faisal. Dalam acara ini dihadiri sedikitnya 150 pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Tepian. Mereka bergerak di pelbagai sektor, seperti kuliner, fashion, hingga kriya. 

[TOS]