Ilustrasi

Kaltimtoday, Bontang - Selama empat tahun lebih ayah tiri mencabuli anak dari istrinya. Terhitung sejak 2015 lalu, korban inisial EM  yang saat ini sudah berusia di atas 18 tahun sudah dicabuli ayah tirinya. Hingga saat SMP kelas 2, bulan Maret 2015 lalu, EM mulai disetubuhi hingga Maret 2019 lalu.

Usut punya usut, pelaku ternyata merupakan oknum honorer di salah satu kelurahan di Bontang. Pelaku berinisial SY juga merupakan Ketua RT di wilayah kelurahan yang masuk kecamatan Bontang Selatan.

"Persetubuhan dilakukan setiap istrinya tak ada di rumah, karena istri bekerja sebagai asisten rumah tangga," jelas Kasubag Humas Iptu Suyono.

Ibu korban, lanjut Suyono, mengetahui perbuatan suaminya dari adik korban. Adik korban yang juga perempuan dan anak tiri dari pelaku sering melihat bapak tirinya mengganggu kakaknya. 

"Karena adiknya tak mengerti, jadi hanya menyebut bapak mengganggu kakaknya," kata Suyono.

Kala itu, sang kakak mencari handphone nya tetapi adiknya bilang pasti dibawa bapaknya. Karena setiap bapaknya habis menggangu kakaknya pasti HP-nya disita.

"Jadi alasan hp disita membuat korban mau melayani nafsu birahinya, dan rata-rata terjadi di siang hari," ujarnya.

Dari ucapan adiknya yang berusia sekira 10 tahun, ibu korban mulai curiga. Hingga bertanya pada korban dan barulah korban mengakui bahwa dia sering dipaksa melayani nafsu birahi bapak tirinya.

"Awalnya dipaksa, dan hp korban menjadi alasan pelaku, karena sering main hp," terang Suyono.

Ketika diketahui Maret 2019, ibu korban tak langsung melaporkan kelakuan suaminya. Ia mempertimbangkan dengan meminta saran dari adik pelaku. Hingga barulah 24 Juni lalu, kasus pencabulan tersebut dilaporkan ke Polres Bontang.

Saat itu juga, pelaku diamankan di Polres Bontang dan mengakui perbuatannya. Sementara hasil penyidikan unit PPA Polres Bontang, korban memang sudah disetubuhi berkali-kali sampai tak terhitung, namun tidak terjadi kehamilan.

[RI | TOS]