Kaltimtoday.co - Kritik pedas dan tajam kembali menghujam dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah bagi pemerintah pusat maupun daerah. Kali ini yang kritik Fahri Hamzah terkait eksploitasi sumber daya alam di Kaltim yang telah mengakibatkan korban tenggelam sebanyak 32 jiwa. Fahri mendesak agar pemerintah daerah maupun pusat bertindak cepat menghentikan tragedi tersebut. 

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah saat berdiskusi di acara ngopi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kaltim, Minggu (25/11) di Eatboss Cafe Balikpapan. 

Menurut Fahri, pemerintah pusat tidak menggunakan anggaran secara bijak, sehingga mengabaikan kondisi lingkungan Indonesia yang tengah rusak.

"Pemerintah pusat itu harus punya formula, jangan hanya menikmati APBN, tapi mengabaikan lingkungan," katanya.

Padahal, kata dia, lebih dari 50 persen pendapatan negara berasal dari SDA. 

"Pendapatan negara berasal dari pajak, dan 75 persen pajak kita berasal dari hasil bumi," jelasnya.

Pemerintah pusat, ujar Fahri, harus membuat sebuah terobosan baru untuk mendapatkan pemasukannya, namun tidak dengan cara merusak lingkungan. Sebab, dampak dari merusak lingkungan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Bukan hanya alam rusak, nyawa manusia jadi korban. Kasus di Kaltim, 32 anak meninggal di kolma bekas tambang, menurutnya mesti jadi pelajaran berharga. 

"Pemerintah harus memikirkan cara memoderenisasi ekonomi dengan membangun backbone ekonomi yang tidak eksploitatif, tetapi berdaasarkan riset dan pengembangan. Jangan asal-asalan,” katanya.

Contohnya, dia menerangkan, pemerintah harus mengembangkan produk-produk buatan dalam negeri sendiri. "Kembangkan produk-produk yang kita produksi sendiri dalam berekonomi berdikari," pungkasnya.


Artikel Terkait