Kaltimtoday.co - Jum’at, 8 Juni 2018, menjadi hari yang tidak akan dilupakan bagi 69 orang anak-anak dan perempuan korban kekerasan yang bertempat di Yayasan Kharisma Pertiwi atau kerap disebut rumah aman. Sebuah yayasan yang telah menjadi penolong dari harapan - harapan mereka akan sebuah persamaan dalam hal memperoleh kesamaan hak untuk hidup, hak untuk dapat menempuh pendidikan, hak atas persamaan derajat dan hak untuk memperoleh perlakuan yang sama di kehidupan sosial. 

Yayasan Kharisma Pertiwi menampung banyak korban kekerasan dengan latar belakang kasus yang beragam dari kalangan anak - anak dengan usia di bawah 17 tahun. 

Banyaknya kasus kekerasan yang lebih sering terjadi kepada anak - anak, menjadikan sebuah pemahaman dan cara pandang yang perlu dipahami bahwa anak bukanlah tempat bagi terlampiaskannya sebuah tindakan yang mengandung unsur kekerasan. Anak adalah individu yang membutuhkan perhatian, bimbingan, dan kasih sayang dari orang tua, karena sejatinya seorang anak adalah generasi penerus masa depan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berawal dari pemahaman tersebut, Forum Indonesia Muda ( FIM ) Samarinda berinisiatif menggelar sebuah bakti sosial dengan tema  “Sehari Berbagi, Seumur Hidup Menginspirasi”. 

Kegiatan dimulai  pukul 17:00 WITA dan berakhir pada pukul 19:30 WITA, dikemas dengan konsep acara yang penuh keakraban antara FIM Samarinda dan relawan bersama anak - anak dan perempuan korban kekerasan yang ada di Rumah Aman Yayasan Kharisma Pertiwi. Membangun interaksi yang baik dengan anak - anak dan perempuan korban kekerasan, sedikit banyak dapat membantu menenangkan kondisi psikis mereka, kehadiran orang - orang yang peduli dan menyayangi mereka, menjadi keinginan utama yang dibutuhkan.

"Kami senang sekali bisa bertemu dengan ade-ade disini karena kita bisa saling cerita dan mereka lucu-lucu sampai waktu yang sudah kita habiskan ga kerasa," kata Marinda Istiqomah selaku ketua panitia.

Aksi Baik, “Sehari Berbagi, Seumur Hidup Menginspirasi” diawali dengan aksi mendongeng yang dibawakan oleh Bapak Sabir dari komunitas Pondok Dongeng Kalimantan Timur, penampilan mendongeng dari Bapak Sabir disambut dan disaksikan dengan antusias oleh seluruh peserta yang hadir dalam Aksi Baik.

 Kemudian setelah aksi mendongeng oleh Bapak Sabir, acara selanjutnya adalah berbuka puasa bersama dan melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Selanjutnya, setelah melaksanakan kegiatan berbuka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah, acara berikutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi atau sharing bersama Rumah Inspirasi Kalimantan Timur, yang diwakili oleh Aditya Lesmana dengan membahas stress management.

Pemberian donasi ke yayasan, penyerahan cinderamata kepada pendukung acara serta foto bersama menjadi penutup rangkaian acara. Adapun donasi yang diberikan berupa bahan kebutuhan pokok, peralatan sekolah, perlengkapan ibadah dan uang tunai dari hasil open donation yang dilakukan oleh FIM Samarinda.

Koordinator FIM Samarinda, Hanna Pertiwi menuturkan terimakasih kepada seluruh pendukung acara yang bersedia berbagi rezeki maupun tenaga untuk kegiatan Aksi Baik. "Aksi baik tidak akan berjalan sukses jika tidak ada kolaborasi berbagai pihak," tutupnya.

[Hanna Pertiwi | Mao Iskandar]


Artikel Terkait