Kaltimtoday.co - Forum Silaturahmi Ormas LSM dan Masyarakat Kaltim menggelar konferensi pers di warung makan Ulfah, Jalan Diponegoro, Selasa (9/4/2019) sore. 

Hadir dalam pertemuan sebanyak 12 perwakilan organisasi masyarakat (Ormas). Mereka menyatakan, sikap atas demo anarkis mahasiswa terkait penolakan pembangunan pabrik semen di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (8/9/2019). 

Ketua Forum Silaturahmi Lintas Ormas Rahmadansyah menyayangkan, kejadian demo yang berujung ricuh dan memakan korban. Pihaknya meminta kepada pihak mahasiswa tidak melakukan unjuk rasa secara anarkis. Kemudian, meminta Polresta Samarinda untuk tidak memberikan izin bagi masyarakat yang berunjuk rasa. 

"Kami juga meminta kepolisian untuk bertindak tegas kepada oknum-oknum yang telah menyebabkan kerusuhan pada demo kemarin," ujar Rahmadansyah. 

Disebutkan dia, sikap ormas itu disampaikan demi menjaga kondusifitas menjelang pesta demokrasi yang sebentar lagi bakal digelar. 

"Setelah 17 April silahkan untuk menyampaikan aspirasi kembali," kata dia. 

Dia menegaskan, pihaknya akan turun tangan apabila pihak mahasiswa tetap menggelar aksi unjuk rasa sebelum pemilu berlangsung. 

"Kami akan turun ke lapangan demi memfasilitasi antara pemerintah dan mahasiswa," ujarnya. 

Dia mengaku, menyayangkan aksi yang dilakukan mahasiswa yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim hingga berakhir kericuhan. Sebab, aksi tersebut meresahkan masyarakat. Terutama para pengguna jalan. Membuat kemacetan hingga memakan korban yang terluka. 

Menurutnya, AMPK Kaltim bisa melakukan aksi dengan baik, tanpa harus melakukan kekerasan. Ada solusi dalam permasalahan tersebut. Apalagi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi bersedia menjebatani mediasi, bahkan berdialog. 

"Sudah dibuka pintu dialog, kenapa tidak mau?" tuturnya.

Disebutkannya, pihaknya akan mengawasi situasi mendekati Pemilu 17 April mendatang. Pihaknya akan memastikan situasi di Kaltim dalam situasi kondusif dalam merayakan pesta demokrasi.

[DSY]