Kaltimtoday.co - Tiga mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman harus menelan kenyataan pahit. Selain mendapat teguran keras, pihak fakultas juga membatalkan pelantikan pengurus BEM fakultas karena insiden meme yang terjadi dalam grup whatsapp.

Tiga mahasiswa,  MJ, BA, dan C tersebut diketahui mengunggah meme kartun berupa ekspresi Jackie Chan sedang bingung. MJ menambahkannya dengan tulisan “Alokasi Anggaran dari PNBP untuk kemahasiswaan tidak jelas!”, “Waluh!”, “Kembalikan Hak Kami!”, “[40% tidak jelas]”. Meme itu lantas memicu mahasiswa lain di grup organisasi mahasiswa di Fakultas Pertanian Unmul itu ikut berkomentar.

Meme yang diupload MJ, serta komentar BA dan C ditanggapi serius pihak fakultas. Mereka bahkan dipanggil Dekan Fakultas Pertanian Rusdiansyah pada Selasa, 26 Februari 2019. Ketiganya dipanggil lantaran dianggap berkomentar tidak etis di grup whatsApp yang berisi pengurus organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian Unmul, di mana Wakil Dekan III, Achmad Zaini ada di dalam grup whatsapp tersebut. 

Hasil penelusuran Kaltimtoday.co, pangkal persoalan meme yang membuat berang birokrat Fakultas Pertanian Unmul itu dimulai ketika pembahasan anggaran dana kemahasiswaan antara organisasi mahasiswa di fakiultas dengan pihak dekanat. Tahun ini, disebut dekanat akan memangkas 40 persen anggaran kemahasiswaan untuk dialokasikan sebagai dana prestasi mahasiswa. Mahasiswa, khususnya BEM Faperta, menolak hal tersebut karena menilai ada ketidakjelasan dari kebijakan dekanat. Selain dekanat tidak transparant terhadap pengelolaan dana kemahasiswaan di Faperta selama ini. 

“Ada sesuatu yang tidak mengenakkan. Puncaknya ketika audiensi kami kalah, tidak dikasih kesempatan untuk berbicara. Kami mengungkit PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) lagi, hitung-hitungan dari mahasiswa karena kami meminta transparansi enggak dikasih,” terang mahasiswa Faperta yang enggan dituliskan namanya.

Sejatinya, audiensi anggaran dana kemahasiswaan telah dilaksanakan pada 20 Februari 2019. Wakil Dekan III Achmad Zaini hadir dalam pertemaun tersebut. Achmad Zaini mengatakan, kebijakan fakultas mengenai alokasi anggaran 40 persen untuk dana prestasi dibuat berdasarkan aturan Surat Keputusan (SK) Rektor Unmul. SK Nomor 178/DT/2019 tersebut berisi tentang standar operasional prosedur bantuan dana kegiatan bagi lembaga mahasiswa tingkat rektorat Unmul. SK itu ditandatangani Rektor Unmul Prof Masjaya pada 2 Januari 2019.

Zaini menjelaskan, SK tersebut hanya salah satu dasar kebijakan, alasan yang lebih besar lagi adalah soal pengembangan prestasi mahasiswa di Faperta.

“Semua ormawa di Faperta menerima tentang program kegiatan kemahasiswaan itu diarahkan ke prestasi minimal 40% dan kegiatan penunjang 60% sehingga berkonsekuensi pada alokasi anggaran dengan porsi seperti itu,” kata Zaini.

Meski mahasiswa telah menerima kebijakan tersebut, masalah belum sepenuhnya selesai. Tiga mahasiswa yaitu MJ, BA, dan C tetap dipanggil oleh dekan Faperta Rusdiansyah untuk mempertanggungjawabkan komentar mereka dan membuat permohonan maaf.

Dari tiga mahasiswa yang dipanggil, MJ satu-satunya yang belum bersedia meminta maaf. Zaini mengatakan, langkah selanjutnya masih akan dibicarakan dengan Dekan Faperta Rusdiansyah. Dampak dari MJ belum bersedia meminta maaf, pelantikan ormawa di Faperta untuk sementara ditunda. Diketahui bahwa MJ memiliki jabatan strategis sebagai Wakil Gubernur BEM Faperta.

“Pasti ditunda karena wakil gubernur BEM Faperta sedang ada masalah sehingga harus clear dulu,” pungkasnya. 

[WWL | TOS]