Kaltimtoday.co - Sebagai upaya mengawal jalannya Pemilu 2019, aliansi mahasiswa Unmul bernama Garuda Mulawarman membentuk Tim Simpul Advokasi Pemilu.

Kelompok mahasiswa ini menjalin komunikasi perkembangan pemilu langsung kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, KPU Kaltim, dan KPU Samarinda.

Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul Derviansyah menjelaskan tujuan di balik dibentuknya Tim Simpul Advokasi Pemilu yaitu untuk menjadi wadah pencerdasan pemilu serentak 2019.

Beberapa program yang disusun seperti pengawalan debat, sekolah pemilu, diskusi publik, hingga pengurusan formulir pindah memilih (A5).

Misalnya untuk pengawalan debat, Dervi mengatakan mahasiswa akan berdiskusi sesuai dengan tema-tema yang akan diperdebatkan para capres dan cawapres. Mahasiswa juga akan menghelat agenda menonton bersama debat, lengkap dengan pemantiknya.

“Jadi mahasiswa juga dibuat berpikir,” kata Dervi kepada Kaltimtoday.co.

Saat ini program yang tengah berlangsung dari Tim Simpul Advokasi Pemilu adalah pengurusan formulir A5. Sejak posko dibuka pada Minggu, jumlah mahasiswa yang telah mengurus untuk pindah memilih ini berjumlah 84 orang. Posko untuk formulir A5 dikatakan Dervi akan berakhir pada 15 Februari mendatang. Syarat yang diperlukan untuk mengurus formulir A5 ini cukup dengan membawa fotokopi KTP dan kepastian bahwa nama mahasiswa ini tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Harapannya dari sini mahasiswa di Kaltim yang berkuliah di Samarinda bisa tetap terfasilitasi.

“17 April nanti itu hari aktif kuliah, mahasiswa saat ini masih belum tahu bagaimana cara surat pemindahan pemilih ini,” jelasnya.

Menyoal kemungkinan mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan politik golongan tertentu, Dervi menegaskan mahasiswa tidak akan sampai demikian.

“Kami akan tetap menjaga muruah kita sebagai mahasiswa dengan mengedukasi dan mengkritik yang perlu disampaikan,” pungkasnya.

[WWL | TOS]