Kaltimtoday.co – Jangan dikira para bikers hanya memiliki agenda touring dan cangkruk. Di Kota Tepian, komunitas motor bernama Hondra Street Fire Club Indonesia (HSFCI) punya cara berbeda. Mereka membuktikan bikers juga peduli lingkungan, caranya dengan menggelar gerakan pungut sampah (GPS) di Folder Air Hitam, Minggu (4/3).

Area ini dipilih karena selain menjadi salah satu tempat penting dalam mengendalikan banjir di Kota Tepian, juga karena kondisinya yang kumuh karena banyak sampah yang berserakan. Parit-paritnya mampet dipenuhi dengan sampah plastik. Jika terus dibiarkan, Folder Air Hitam yang mestinya dapat menjadi area wisata justru tidak nyaman dipandang mata. 

Ketua HSFCI Samarinda Jusan Ahmaad mengatakan, GPS yang dilaksanakan merupakan komitmen bikers untuk lebih peduli terhadap lingkungan khususnya terhadap masalah persampahan. Kegiatan ini sekaligus sebagai peringatan hari jadi HSFCI Samarinda yang ke-4. Melalui kegiatan ini diharapkan bikers di Samarinda bahkan Kaltim bisa bersama-sama dengan seluruh elemen warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan. Minimal mereka tidak membuang sampah sembarangan. 

“Gerakan ini bisa mengubah kultur masyarakat Samarinda, dari pasif menjadi aktif mencintai kebersihan. Kami ingin terlibat jadi bagian dari solusi kebersihan di Samarinda itu,” ujar Jusan Ahmad. 

Didukung berbagai pihak, salah satunya Astra Motor, HSFCI Samarinda juga memberikan donasi tempat sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 15 buah. Rencananya tempat sampah ini bakal disebar ke sejumlah titik strategis yang memerlukan tempat sampah. 

“Kami sangat bersyukur banyak yang terlibat. Tidak hanya bikers tapi juga dari warga, komunitas, pelajar, dan mahasiswa. Semoga cara ini dapat mempercantik dan menggugah kesadaran warga untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup Samarinda,” ucapnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Samarinda Nurrahmani yang turut hadir dalam kegiatan GPS ini mengapresiasi keterlibatan bikers yang tergabung dalam HSFCI Samarinda dalam gerakan pungut sampah. Hari jadi yang ke-4 tidak dilaksanakan dengan hura-hura, tapi jadi momentum para bikers untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Semoga kepedulian tersebut menular kepada bikers dari klub lain. Sehingga virus peduli kebersihan dapat tersebar lebih luas di Masyarakat. 

“Menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan itu tidak bisa instan. Harus konsisten. Salah satunya dengan gerakan pungut sampah,” ujar Nurrahmani. 

Nurrahmani mengungkapkan, di Samarinda kepedulian terhadap kebersihan lingkungan khususnya persampahan masih jadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan. Volume sampah yang dihasilkan warga ibu kota per hari mencapai 800 ton. Sementara yang terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya 540 ton. Sisanya beberapa diolah, selebihnya lagi dibuang sembarang oleh warga ke sungai, parit, dan folder. Maka harus ada kesadaran bersama dari warga untuk lebih peduli. Mulai melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Untuk selanjutnya ditabung di bank sampah agar menghasilkan nilai ekonomis. 

Selain mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para bikers ini, Nurrahmani juga mengimbau masyarakat, pelajar, dan mahasiswa untuk mulai membiasakan diri menjaga lingkungan di sekitarnya tetap bersih. Minimal seminggu sekali menggelar gerakan pungut sampah 15-30 menit di lingkungan sekitar sebagai upaya konsisten menjaga kebersihan lingkungan. 

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 orang. Selain anggota HSFCI dari berbagai daerah di Kaltim, seperti Samarinda, Bontang, Tenggarong, Samboja, Sendawar, Balikpapan, Berau, dan Penajam kegiatan ini juga diiikuti pelajar dari SD 005 dan SD 008 Samarinda Seberang, pelajar SMK 17 Samarinda, komunitas Samarinda Clean Action, serta mahasiswa dari Universitas Mulawarman dan Universitas Widyagama Mahakam. 


[Mao Iskandar | Rilis]


Artikel Terkait