Kaltimtoday.co - Partai Hanura di Kaltim terbelah. Setelah menarik diri dari susunan kepengurusan tim pemenangan Rusmadi-Safaruddin, DPD Hanura Kaltim kubu Daryatmo akhirnya mengalihkan dukungannya kepada pasangan lain. Dari informasi yang beredar, DPD Hanura Kaltim yang diketuai Herwan Susanto mengalihkan dukungan kepada Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (JaDi).

Herwan membenarkan informasi itu. Herwan menyebutkan, sudah memegang pengalihan dukungan pasangan calon Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Pengalihan dukungan tertuang dalam SK DPP Partai Hanura Nomor: SKEP/026/DPP-HANURA/H/2018.

Surat itu ditandatangani Ketua Umum DPP Hanura Daryatmo dan Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding. Herwan mengungkapkan, dengan adanya SK tersebut, dia segera menyampaikan ke pasangan JaDi.

Herwan menyebut, dirinya melaporkan perkembangan pengurus DPD Partai Hanura Kaltim. Selain itu, dia melaporkan penggantian pengurus Hanura di tim pemenangan Rusmadi-Safaruddin.

Dia menegaskan, pengalihan dukungan oleh Hanura versi Daryatmo tak akan terbit bila tak ada perubahan susunan tim pemenangan Rusmadi-Safaruddin. Untuk diketahui, Sekretaris DPD Hanura Kaltim kubu Daryatmo, Thamrin menepati kursi sekretaris tim pemenangan Rusmadi-Safaruddin.

Namun, belakangan Thamrin digeser dari tim dan digantikan Aji Dendi, sekretaris DPD Hanura Kaltim kubu Oesman Sapta Odang (OSO). Selain Thamrin, ada beberapa pengurus DPD Hanura versi munaslub lagi yang digeser dari tim pemenangan.

“Saya sadar, memang begitu dinamikanya di tubuh Hanura,” ujarnya. Namun, Herwan mengatakan, sebagai pengurus partai yang mengantongi 129 ribu suara mesti memiliki prinsip. “Ini soal harga diri dan komitmen pengurus Partai Hanura Kaltim pimpinan Pak Daryatmo,” tuturnya.

Ketua Fraksi Hanura di DPRD Kaltim itu menegaskan, dengan terbitnya SK tersebut, jelas sudah arah perintah DPP. Yakni, segera melaksanakan langkah strategis pemenangan JaDi.

Menanggapi pengalihan dukungan tersebut, Ketua DPD Hanura kubu OSO, Surpani, mengatakan, yang dilakukan Hanura versi Daryatmo di Kaltim hanya sebuah pergerakan politik. “Sekarang sudah tahu sebenarnya arah dukungan kubu sebelah ke mana,” ujarnya. Seharusnya, lanjut dia, Herwan tahu benar bila sudah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebuah partai politik tak boleh mengalihkan dukungan.

Dia menegaskan, selama ini pihaknya cukup lunak menghadapi kubu Daryatmo. Apalagi pengurus Hanura yang dianggap resmi adalah kubu OSO. Karena menggunakan nama dan atribut Hanura di luar kepengurusan yang resmi, Surpani akan melaporkan secara pidana.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan JaDi, Rusman Yaqub, menyatakan, dia sudah mendengar kabar bila timnya akan mendapat suntikan dukungan dari Hanura kubu Daryatmo. “Saya lihat di media massa dan Pak Herwan beberapa waktu lalu sudah ada komunikasi melalui telepon,” ujar politikus PPP itu.

Namun, dirinya hingga kini belum mendapat salinan surat pengalihan dukungan yang disebut-sebut sudah dipegang Herwan. Namun, sebagai ketua tim, dia senang dengan tambahan kekuatan dukungan. “Sesungguhnya semakin banyak dukungan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Rusmadi enggan menanggapi soal pengalihan dukungan tersebut. “Saya no comment dulu, karena itu masalah internal di Hanura,” tuturnya.

Kubu Surpani menunjuk Sutrisno sebagai kuasa hukum menghadapi gugatan perdata yang dilayangkan Herwan ke Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Gugatan dengan nomor pendaftaran 16/Pdt-5/2018/PN Smr itu bagian dari upaya Herwan memberitahukan adanya sengketa hukum dan imbauan kepada kepala daerah se-Kaltim, DPRD Kaltim, DPRD kabupaten/kota, dan stakeholder di Kaltim untuk menunda segala sesuatu pengajuan atas nama Hanura Kaltim.

Sutrisno mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembentukan tim. “Kami terdiri dari sembilan pengacara,” ujarnya. Nah, kini mereka sudah mendapat surat dari PN Samarinda. Rencananya, sidang perdana dilaksanakan 5 Maret mendatang.

Tris, sapaan akrab Sutrisno, menyebut, selama belum ada putusan tetap dari pengadilan, Hanura kubu OSO di Kaltim boleh melakukan kegiatan seperti biasa. “Tak bisa dihalang-halangi,” terangnya.

[Mao Iskandar | Kaltim Post | prokal.co]


Artikel Terkait