Kaltimtoday.co - Harga tanda buah segar kelapa sawit di Kaltim mulai membaik. Saat ini harga TBS sudah mencapai Rp 1.302 per kilogram. 

Kenaikan ini dipengaruhi kenaikan harga crude palm pil (CPO) dunia. Saat ini harga CPO tercatat sebesar USD 556,50 per metrik ton.

Kenaikan CPO ini dipengaruhi penurunan stok minyak sawit di negara-negara penghasil.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, sampai saat ini tren harga TBS terus mengalami kenaikan. Seiring harga CPO yang terus merangkak naik.

“Harga TBS saat ini masih di bawah harga TBS Maret 2018. Tapi sudah lebih baik daripada awal 2019," ujar Ujang. 

Diharapkan Ujang, kenaikan harga akan membuat petani untuk kembali menanam dan merawat kelapa sawit. Meski, dirinya tidak bisa menjamin harga akan tetap tinggi. Sebab tekanan terhadap harga CPO dunia selalu ada. Seaktu-waktu harga bisa anjlok lagi. 

"Harga CPO ditentukan oleh harga pasar dari supplay dan demand. Sampai saat ini kami lihat trennya sangat baik," tuturnya. 

Seperti diketahui, harga TBS sudah ditetapkan. Harga merupakan standar bagi para petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma. Sehingga menjadi harga acuan oleh petani.Harga tersebut disesuaikan dengan harga CPO dunia.

“Potensi bisnis kelapa sawit sampai saat ini tetap sangat baik,” tutupnya.

[TOS]