Kaltimtoday.co - Dari 500 peserta di hari pertama tes kompetensi dasar CPNS Pemprov Kaltim, 483 peserta hadir dan mengikuti tes tersebut di Gedung Assesment Centre, Jalan Kartini nomor 13, Sungai Pinang Luar, Samarinda Ilir. Namun sayang, dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi CPNS, hanya 35 peserta yang lulus passing grade dan 448 diantaranya langsung gugur.   

Tahun ini, pemerintah menerapkan passing grade (ambang batas nilai) untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) senilai 75, tes intelegensia umum (TIU) 80 dan tes kompetensi dasar (SKD) 143. Peserta yang mendapatkan nilai di atas angka tersebut langsung lolos tes berikutnya. Namun jika tidak, maka otomatis gugur. 

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Nina Dewi yang didampingi Kepala Sub BKD Kaltim Yuli Fitri menjelaskan, tidak semua peserta hadir meski seluruh proses dan tahapan tes kemarin berjalan lancar. Sesuai jadwal, 500 orang dari 5 sesi mengikuti tes dimulai sejak pukul 08.00 WITA. "Kalau sesuai jadwal akan selesai di Jam 17.30 wita, kecuali Jumat selesai lebih cepat, karena hanya empat sesi," tuturnya.

Peserta yang sudah mengikuti tahapan seleksi langsung dapat mengetahui hasil tes mereka pada papan pengumuman yang ditempel panitia. Selain itu juga ada layar yang disediakan di bagian luar gedung. "Ini langsung diumumkan panitia di papan pengumuman. Silakan cek setelah tes di luar gedung tes," kata Yuli. 

Diketahui, Kepala BKD Kaltim Ardiningsih dalam rilisnya menjelaskan, tes akan berlangsung selama 90 menit dengan peserta 100 orang per sesi. "Kita bagi menjadi lima sesi selama sehari. Jadi dalam satu hari kita bisa melaksanakan TKD sebanyak 500 orang," tutur Ningsih, sapaan akrab Ardiningsih. 

Ningsih puh mengingatkan beberapa hal yang patut diperhatikan para peserta TKD agar tidak gugur sebelum ujian. Diantaranya seperti tidak terlambat datang. Peserat yang terlambat akan langsung dinyatakan gugur. Karena itu, peserta memainta agar seluruh peserta hadir 60 menit sebelum pelaksanaan TKD pada waktu yang telah disosialisasikan panitia. "Peserta yang membawa buku catatan, HP, senjata tajam, kamera, makanan, akan kami keluarkan dari ruangan dan langsung dinyatakan gugur. Keputusan panitia ini mutlak, tidak bisa diganggu gugat," tegas Ningsih. 

Seperti diketahui, BKD Kaltim telah menerima 4031 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari 328 kuota yang tersedia. Dari pelamar tersebut, formasi tenaga pendidik yang paling diincar dengan jumlah 1.768 berkas lamaran. Lalu disusul tenaga kesehatan 1193 pelamar dan tenaga teknis 1070 pelamar. Untuk TKD, terdapat 3 aspek yang diuji, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

[PAS]


Artikel Terkait