Kaltimtoday.co - Kabar mengejutkan, Ketua Komisioner KPU Kaltim M Taufik dan Sekretaris KPU Kaltim Syarifuddin Rusli yang ikut mendaftar sebagai calon komisioner KPU Kaltim periode 2019-2024, tidak lolos. Keduanya tidak mampu memenuhi syarat administrasi yang disyaratkan Tim Seleksi (Timsel) 

Pengumuman hasil seleksi administrasi tersebut disampaikan langsung Ketua Timsel Prof Dr Susilo, didampingi Prof Aji Ratna Kusuma, Dr Mariman Darto dan Achmad Bintoro, di Loby Hotel Grand Victoria, Jumat (16/11) pukul 14.00 wita. 

Susilo menjelaskan, setelah melalui tahap seleksi berkas dan rapat pleno, akhirnya timsel memutuskan menggugurkan 9 peserta dari 37 pendaftar. Ke 28 peserta yang lolos tahap pertama ini akan mengikuti tes CAT di Kampus IAIN Samarinda Seberang, Senin (19/11) pukul 10.00 wita mendatang. 

“Hasil ini tidak bisa diganggu gugat dan bersifat final. Bukan kami yang menggugurkan 9 peserta ini tapi memang sesuai aturan tidak memenuhi syarat,” katanya. 

Susilo merinci, dari 9 peserta yang gugur, dua diantaranya merupakan peserta incumbent alias komisioner yang saat ini masih menjabat seperti Ketua Komisioner KPU Kaltim M Taufik dan anggota Komisioner Vico Januardy. Lalu ditambah Sekretaris KPU Kaltim Syarifuddin Rusli yang diketahui ikut mendaftar karena tahun depan akan memasuki masa pensiun. 

“Pak Syarifuddin harusnya izin kepada gubernur Kaltim dibuktikan dengan tanda tangan gubernur. Kami menemukan yang tanda tangan hanya Sekprov (Meiliana, Red), sementara Pak Taufik harusnya izin ke Rektor Unmul tapi kami terima berkas beliau hanya melampirkan tanda tangan dekan. Begitu pun dengan Pak Vico yang juga harusnya mendapat izin tapi ini tidak ada. Karena mereka PNS jadi harus dapat izin pimpinan tertinggi,” jelas Susilo. 

Meski begitu, diantara incumbent yang mendaftar masih ada dua yang lolos yakni Samsul Hadi dan Rudiansyah. Selebihnya berasal dari komisioner KPU tingkat kabupaten kota, dosen, Komisioner Bawaslu dan lainnya. (Lihat grafis). “Yang menjatuhkan mereka macam macam. Ada karena Tidak ada izin dari pejabat pembina kepegawaian, ijazah belum legalisir, foto kurang, tidak tanda tangan berkas, ada juga yang menarik berkas,” sambungnya. 

Dengan dirilisnya nama nama calon komisioner KPU Kaltim yang lolos, maka masyarakat mendapat kesempatan untuk mengoreksi dan memberi informasi kepada timsel perihal sikap dan perilaku ke-28 nama tersebut. Khususnya mereka yang memiliki cacat moral baik tersangkut pidana, korupsi atau perbuatan asusila. “Kami berharap masyarakat aktif memberi informasi pada kami disertakan bukti jika mengetahui ada diantara ke 28 peserta yang tidak sesuai dengan kriteria pejabat publik. Batas laporan sampai 2 Desember mendatang,” katanya. 

Terpisah, salah satu peserta yang gugur Syarifuddin Rusli tak terima dengan keputusan timsel. Menurutnya, dia sudah mengajukan surat izin kepada gubernur Kaltim dan sudah mendapat disposisi. Hanya karena gubernur Kaltim tidak berada di tempat, maka pelaksana tugas (Plt) Sekprov Kaltim Meiliana yang menandatangani surat izinnya. 

“Kecewa juga sangat kecewa kok disposisi gubernur menyatakan tidak keberatan mengikuti test calon komisioner dan dikuatkan dengan surat Sekprov yang menyatakan masih dalam proses karena gubernur tidak ada di tempat,” ungkapnya.

[TOS]


Artikel Terkait