Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim sedang menyiapkan akses alternatif di Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, selain Jalan DI Panjaitan menuju Bandara APT Pranoto di Sungai Siring. Dinas PUPR Kaltim pun telah menghitung kebutuhan anggaran pembangunan Jalan Batu Besaung yang diperkirakan akan menghabiskan Rp 400 miliar. Sesuai janji Gubernur Kaltim Isran Noor yang tak akan menguras APBD, Dinas PUPR pun mengejar APBN 2019.

Dijelaskan Kepala Dinas PUPR Kaltim Taufik Fauzi, sebenarnya rencana pembangunan Jalan Batu Besaung sudah dimulai tiga tahun lalu. Namun karena keterbatasan anggaran, Dinas PUPR kala itu baru bisa membuka akses sekitar 5 kilometer dari 10,4 kilometer panjangnya. "Sudah mulai kita kerjakan sejak tiga tahun lalu. Tapi baru dibuka sekitar 5 kilometer, itupun baru 500 meter untuk rigitnya saja," jelas Taufik kepada Kaltimtoday.co di kantor gubernur Jalan Gajah Mada, Kamis (8/11).

Untuk menyukseskan program tersebut, Taufik telah menghitung kebutuhan anggaran yang akan digelontorkan yakni sekitar Rp 400 miliar. Tentu dana tersebut tidak bisa dianggarkan dalam APBD Kaltim 2019 karena Gubernur Kaltim Isran Noor sendiri dalam penyampaian visi dan misinya di dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim telah menegaskan tak akan membangun infrastruktur yang menguras APBD Kaltim. "Kami berharap dari dari APBN, artinya kalau kenbutuhan sampai dengan tuntas itu Rp 400 miliar," kata Taufik.

Angkat tersebut menurut Taufik sudah termasuk pembebasan lahan sepanjang 10,4 kilometer. Jika tak ada kendala, program pembebasan lahanpun akan dimulai tahun depan bersamaan dengan kelanjutan pembangunan rigit yang sudah pernah dilakukan. "Aksesnya masuk Jalan Batu Besaung mengarah ke Sungai Siring, kemudian itu sebelum Sungai Siring keluar dulu," jelasnya.

Hal serupa pun pernah diungkap Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Pihaknya memastikan tidak akan menggunakan anggaran daerah untuk membangun jalan alternatif. Hadi bersama Gubernru Kaltim Isran Noor menyatakan akan mengupayakan bantuan dana dari pemerintah pusat, khususnya di Kementerian PUPR. "Kita akan segera ke Kementerian PUPR membawa proposal yang segera disusun tim kita. Kita berharap bisa masuk di APBN 2019 ini," tutur Hadi.

Seperti diketahui, Jalan DI Pandjaitan menjadi satu satunya akses utama keluar masuk Kota Samarinda dari arah Bontang, Kutai Timur dan Berau. Jalan ini juga satu satunya akses ke Bandara APT Pranoto. Sayang, perhatian pemerintah terhadap akses vital ini masih kurang karena telah lama mengalami banjir setiap hujan namun tak kunjung teratasi.

Meski baru baru ini ada pembangunan gorong-gorong tepatnya di depan jalan masuk Mugirejo yang juga jadi titik terparah ketika banjir, tetap saja tak memberikan dampak besar. Banjir tetap menghantui warga yang melintasi jalan tersebut. Karena itu ketika Jokowi berkunjung ke Samarinda, banyak pihak khawatir presiden terjebak banjir di Jalan DI Pandjaitan ketika akan pulang ke Jakarta. Laporan kondisi ini telah sampai ke Menhub Budi Karya sehingga kala itu dia pun memberi lampu hijau agar Pemprov Kaltim segera mengusulkan anggaran pembangunan jalan alternatif ke Kementerian PUPR RI. 

[TWI]


Artikel Terkait