MEGA ASRI/KALTIMTODAY.CO

MASIH BERMASALAH: PPDB online jalur prestasi untuk pendaftaran di SMKN 1 Bontang masih bermasalah, calon siswa diminta datang lagi esok.

Kaltimtoday.co, Bontang - Meski tak memakai sistem zonasi, PPDB online khusus SMK ternyata masih bermasalah. Apalagi, untuk jalur prestasi yang sama sekali tak bisa menginput data. Jika dipaksakan dan ada pembatalan, maka harus langsung ke Disdik Kaltim, tak ayal, para calon siswa dari jalur prestasi pun diminta kembali lagi, Kamis (4/7).

Ratusan calon siswa bersama walinya sudah mengantre sejak pagi hari. Antrean PPDB online SMK 1 Bontang cukup panjang, mencapai 350. Namun, calon siswa yang dipanggil baru di nomor 240 pada Rabu (3/7) sekira pukul 13.00 Wita. 

Pukul 13.00 Wita, sebenarnya jadwal tutup pendaftaran, melihat antusias calon pendaftar yang masih rela mengantre, panitia pun tetap melayaninya hingga antrean habis. Sistem yang bermasalah, membuat proses pendaftaran dengan cara online itu terhambat. 

Padahal sejak pagi hingga pukul 10.00 Wita, sistem masih bisa digunakan untuk input data. Di atas pukul 10.00 Wita, sistem kembali bermasalah. Bisa log in, hanya lelet, sehingga input data hanya bisa satu-satu, itupun lama. 

"Sampai jam 10 pagi lancar saja, setelah itu kembali bermasalah. Hari ini masih mending, bisa ter-input walaupun lama, kemarin tak bisa sama sekali," kata Ketua Panitia PPDB online SMK 1 Bontang, Muhammad Tang yang juga Wakil Kepala SMK 1 Bontang di Bidang Kesiswaan, Rabu (3/7).

Khusus jalur prestasi, aplikasinya, kata Tang, benar-benar bermasalah dan jika dibatalkan, urusannya lebih ribet. Sehingga pihaknya memutuskan untuk tidak meng-input dulu jalur prestasi.

"Jadi prestasi itu ada tambahan point 60, nah ketika di-input ada yang point tambahannya muncul, ada juga yang tidak. Kalau muncul kan menguntungkan, yang tidak muncul ini malah merugikan, kasihan," bebernya.

Hingga Rabu, jumlah pendaftar dari jalur umum sudah ter-input 81 calon siswa, untuk keluarga miskin (gakin) karena diprioritaskan sudah masuk sebanyak 150 pendaftar, dan yang prestasi ini belum bisa dihitung jumlah pendaftarnya karena eror tadi. 

"Permasalah aplikasi PPDB online ini sudah kami laporkan ke provinsi, dan masalah ini juga berlaku di seluruh SMK se-Kaltim, makanya kami minta calon pendaftar sabar," ungkap Tang.

Sesuai juknis, lanjut Tang, jalur prestasi ini mencakup 5 persen dari jumlah siswa baru yang dibutuhkan di setiap SMK. Sementara calon siswa dari anak guru, jika guru SMK itu sendiri maka diprioritaskan, tetapi jika anak dari guru sekolah lain maka mendapat tambahan nilai. 

PPDB online SMK dibuka hingga Jumat (5/7) mendatang. Namun karena beberapa hari, sistem mengalami permasalahan, diharapkan ada tambahan waktu pendaftaran.

Hal yang sama juga dialami oleh SMKN 3 Bontang, Kepala SMKN 3 Bontang, Badrus menyatakan karena sistem ini servernya di Disdik Kaltim, maka semua SMK proses PPDB onlinenya mengalami permasalahan tak bisa input data. Kalau pun bisa, jaringannya sangat lambat.

"Ini berlaku di semua SMK se-Kaltim, kami hanya bisa melaporkan dan menunggu sistem kembali normal," ungkap Badrus.

[RI | TOS]