Kaltimtoday.co - Ramadan tiap tahunnya diwarnai dengan padatnya masyarakat yang ingin mudik ke kampung halamannya, tak terkecuali masyarakat di Kaltim.

Demi mudik berjalan lancar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim menggelar rapat koordinasi, Rabu (15/5/2019).

Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong memaparkan, pihaknya telah mempersiapkan angkutan lebaran dari seluruh sektor darat, laut, maupun udara. Semua petugas yang mengawal tiga armada itu dia jamin sudah kompak dan bisa mengantisipasi lonjakan penumpang. 

"Tahun ini kami prediksi terjadi lonjakan penumpang untuk moda transportasi udara," terang Salman kepada awak media. 

Dari sektor udara, sebut dia, diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang  6-10 persen pada H-4 hingga H + 2 lebaran. Mengantisipasi lonjakan itu, Dishub Kaltim telah berkoordinasi dengan 2 pengelola bandara utama di Kaltim, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.

"Dengan banyaknya lonjakan penumpang, 2 bandara ini akan mempersiapkan extra flight dari beberapa maskapai. Seperti Lion Group dan Nam Air," tambah dia.. 

Adapun extra flight yang dipersiapkan untuk pemberangkatan dari Balikpapan, ialah untuk penerbangan tujuan Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Semarang. Sedangkan, extra flight dari Samarinda yaitu untuk penerbangan dengan tujuan Surabaya dan Yogyakarta. 

Khusus di Bandara APT Pranoto, Dishub Kaltim akan menyiapkan posko khusus untuk bermalam bagi penumpang yang berasal dari daerah jauh. Bahkan, akan memasang jalur bantuan untuk pendaratan yang dijadwalkan (26/5/2019) selesai. 

Berkaitan dengan harga tiket yang sangat mahal, Dishub Kaltim akan melihat realisasi keputusan Kementrian Perhubungan yang ingin menurunkan batas atas.

"Kami akan melihat penurunan batas atas tiket sebesar 15 persen dari Kementerian Perhubungan. Apabila tidak turun, kami tidak bisa melakukan apa-apa lagi terkait harga," tuturnya. 

Dirinya menyarankan, bagi masyarakat yang tidak mampu membeli tiket pesawat yang mahal, akan beralih ke jalur darat dan laut. Dari sektor laut, Dishub Kaltim sudah mempersiapkan kapal cadangan dari sektor navigasi. 

Angkutan gratis juga bisa dinikmati masyarakat. PT Pupuk Kaltim telah menyediakan angkutan laut gratis diantaranya disediakan armada kapal.

"Jadi PKT Bontang akan menyediakan kapal yang akan berangkat pada 21 Mei dan 25 Mei. Kapal Pelninya akan berangkat pada 1 Juni dan 6 Juni," ucapnya.. 

Sedangkan untuk sektor darat, Dishub Kaltim telah siap  75 persen dalam persiapan angkutannya sendiri. Dishub Kaltim akan lebih fokus mengawasi keselematan bagi penumpang dan administrasi kendaraan. Seperti kelayakan kendaraan. 

[DSY | TOS]