REZA/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pasca banjir besar yang menerjang Samarinda pada awal Juli lalu. Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) mati karena kabel penghubung dicuri orang yang tidak bertanggungjawab. Akibatnya di dua ruas jalan gelap gulita.

Hal itu menjadi perhatian khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dan menjadi salah satu kegiatan hingga akhir tahun menggunakan APBD Perubahan.

Kepala Dishub Samarinda Ismansyah menyatakan, keprihatinannya terhadap tangan jahil yang mencuri fasilitas umum hingga mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan juta.

"Titik gelapnya berada di Jalan S Parman dan Jalan DI Pandjaitan. Menurut laporan, LPJU kami telah dicuri orang," ujar Ismansyah saat ditemui di kantornya, Jumat (5/7/2019)

Dia memaparkan, kabel penghubung LPJU itu dicuri  saat malam hari ketika banjir besar yang melanda kota Samarinda pada Juli. Tanah yang terkikis membuat kabel penghubung terlihat jelas, sehingga menarik perhatian orang yang tak bertanggungjawab untuk mengambilnya.

"Tanahnya kan terkikis, jadi pelaku lihat. Malam saat banjir  LPJU kan tidak dinyalakan mungkin orang itu ngambilnya malam hari," katanya.

Meski demikian, nyatanya LPJU yang tidak dapat beroperasi maksimal mencapai 22 titik baik di jalan kota maupun provinsi. Namun untuk kegiatan perbaikan LPJU sendiri, Dishub Samarinda hanya dapat menuntaskan dua lokasi tersebut hingga akhir tahun.

"Karena waktunya singkat. Jadi kami fokus di pertengahan kota terlebih dahulu," terang dia.

Kabid Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Hari Prabowo menambahkan,  berdasarkan prediksi anggaran perbaikan itu akan menghabiskan ratusan juta. Pasalnya, satu meter kabel dalam di satu lokasi tersebut seharga Rp 250-300 ribu. 

Sedangkan panjang antara satu gawang LPJU dapat mencapai 30-40 meter.

Hari mengakui, kasus pencurian kabel LPJU tidak terjadi kali ini saja. Dia berharap, peran serta masyarakat agar tidak pasif jika melihat orang yang mencurigakan. Pasalnya, jika itu petugas dishub, maka yang bersangkutan pasti memakai atau menggunakan identitas seperti seragam dishub.

"Untuk itu, kami berharap agar masyarakat dapat berperan aktif menjaga layanan publik. Jika ada yang mencurigakan bisa langsung tanyakan ke orang tersebut dan segera laporkan ke kami dan akan kami tindak lebih lanjut," tutupnya.

[RZA | TOS]