Kaltimtoday.c0 - Kaltim menjadi salah satu daerah yang masuk dalam 10 daftar provinsi dengan jumlah pengangguran terbanyak tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo saat membeberkan peringkat provinsi yang memiliki jumlah pengangguran terbanyak, Senin (11/3/2019) malam seperti dilansir dari Gatra.

Dalam pemaparannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortek Renbang) Wilayah II yang berlangsung di Balikpapan, Kaltim itu, provinsi Banua Etam berada pada posisi 6 dalam 10 daftar tersebut. Posisi pertama yakni Banten, sebanyak 8.52 persen.

"Kedua, Jawa Barat 8.17 persen. Berikutnya Maluku 8.17 persen, Kepulauan Riau 7.12 persen, Sulawesi Utara 6.86 persen, Kalimantan Timur 6.60 persen, Aceh 6.36 persen, Papua Barat 6.30 persen, DKI Jakarta 6. 24 persen dan Riau 6.20 persen," paparnya.

Presentase jumlah pengangguran di 10 daerah tersebut lebih tinggi dibanding jumlah pengangguran nasional yang hanya berada di angka 5.34 persen.

"Karena itu, dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran ini perlu adanya koordinasi kita, antara pusat dan daerah. Selain itu, kita juga diharapkan bisa menciptakan iklim usaha yang baik, sehingga dapat membuka pekerjaan yang seluas-luasnya," kata Hadi.

Menanggapi hal ini, Gubernur Kaltim Isran Noor membenarkan data tersebut.

Terkait itu, dirinya sempat menyinggung soal pembatasan produksi batu bara dari IUP (Izin Usaha Pertambangan) berdasarkan surat dari menteri ESDM.

Menurutnya, kondisi atau jumlah tersebut kemungkinan bertambah dan posisi Kaltim akan semakin terpuruk, bila kebijakan tersebut jadi diberlakukan. Pasalnya, selain penurunan pertumbuhan ekonomi, juga mengakibatkan banyaknya pengangguran baru.

"Iya. Apalagi kalau surat itu harus direalisasikan. Itu bisa banyak sekali pengangguran. Kita saja tidak cukup menyelesaikan ini tanpa koordinasi. Nanti juga kita akan koordinasikan agar surat tersebut dibatalkan," katanya.

[TOS | GATRA]