Kaltimtoday.co - Kontestasi menjelang awal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim saat ini mulai memanas antar pasangan calon. Panasnya dinamika tersebut menuntut peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim selaku pihak penyelenggara agar berjalannya Pilgub tetap kondusif serta menjunjung asas luber dan jurdil. Merespon keberlangsungan Pilgub Kaltim, aliansi BEM se-Unmul menggelar aksi demonstrasi di depan kantor KPU Kaltim pada Kamis (11 Januari 2018) lalu. 

Masa aksi yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut ingin mendukung sikap KPU agar tetap independen dan transparan dalam penyelenggaraan tahapan Pilgub kali ini. Aksi dimulai pukul 10.30 wita dan diawali orasi setiap perwakilan lembaga se-Unmul. 

Setelah satu jam berjalannya aksi, masa aksi ingin memaksa masuk ke kantor KPU untuk melakukan audiensi. Tetapi harapan tersebut tidak diindahkan oleh perwakilan KPU, melainkan audiensi berlangsung terbuka di depan kantor KPU Kaltim dan disambut oleh ketua KPU Kaltim, Muhammad Taufik. 

Setelah audiensi terbuka selesai, pihak demonstran dan KPU menghasilkan beberapa poin tuntutan diantaranya, KPU harus memberikan informasi secara terbuka, KPU mengakomodir masyarakat untuk bisa menggunakan hak pilihnya dengan adil, dan KPU mengundang mahasiswa se-Kaltim dalam debat kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur. 

Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul mengatakan keterlibatan BEM dalam Pilgub sangat penting. "Peran BEM KM akan mengawal berjalannya Pilgub Kaltim dengan mengedepankan independensi dan netralitas serta memastikan berjalannya proses demokrasi dengan baik hingga selesai”, ujarnya.

Aldo juga berharap pihaknya akan konsisten mengawal lalu memberikan kontrak politik kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur agar berani dan komitmen membawa Kaltim lebih baik kedepan.

[Dikirim oleh Pramuditya Rizani]