Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim sangat serius menggulirkan program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Agar berjalan optimal, Gubernur Kaltim Isran Noor bakal membentuk tim khusus untuk memudahkan pengelolaan beasiswa. Mereka bertugas untuk mengelola, merekrut, dan menyalurkan dana beasiswa. 

Rencananya, tim khusus pengelola BKT bakal berkantor di Sekretariat Daerah, Pemprov Kaltim, Jalan Gajah Mada. 

"Saya segera bentuk tim yang khusus menangani dan mengelola BKT," kata Gubernur Dr H Isran Noor.

Disebutkan Isran Noor, tahun ini dana yang dialokasikan untuk program unggulan daerah mencapai Rp 80 miliar untuk pendidikan di dalam maupun luar daerah, bahkan luar negeri. Selanjutnya, pada tahun anggaran 2020 ditargetkan naik menjadi Rp 100 miliar untuk jumlah penerima yang bertambah pula.

Isran menjelaskan, penerima beasiswa lebih diprioritaskan putra-putri Kaltim. Terutama bidang pendidikan untuk kompetensi seperti guru dan dosen serta bidang keilmuan khusus. Beasiswa diberikan secara selektif dan tuntas dimana masing-masing penerima akan menerima biaya penuh selama pendidikan sesuai jenjang mereka.

Misalnya, jenjang sarjana atau strata 1 (S-1) antara empat hingga lima tahun sesuai bidang keilmuan dengan biaya Rp100 - Rp150 juta per orang. Selain itu, jenjang pasca sarjana/magister (S-2) sekitar dua tahun, mencapai Rp 500 juta per orang.

Sedangkan pascasarjana/doktor (S-3) masa pendidikan tiga tahun dengan biaya minimal Rp 1 miliar. Sementara itu, ujar dia, jumlah penerima diperkirakan kisaran 200 orang terdiri jenjang S-1 sebanyak 100 orang, S-2 capai 75 orang dan S-3 sekitar 25 orang.

"Sedikit tapi pasti dan tuntas. Badan yang menangani beasiswa akan berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi di Kaltim,” pungkasnya.

[TOS]