Bisnis.com

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief

Kaltimtoday.co - Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mempertanyakan dana jaminan reklamasi pasca tambang di Kaltim. Pertanyaan itu dilontarkan Syarief melalui akun twitter pribadinya @LaodeMSyarief, kamis (29/5/2019).

Dalam kicauan singkatnya itu, Syarief memposting berita dari prokal.co tentang korban tambang batu bara di Kaltim yang bertambah sambil membubuhkan emoji sedih dengan mention ke Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta akun official dari Divisi Humas Polri, KPK, dan Kementerian ESDM.

“KORBAN LUBANG TAMBANG BATUBARA BERTAMBAH LAGI http://m.kaltim.prokal.co/read/news/356211-innalillahi-siswi-tenggelam-di-kolam-tambang-di-palaran-jumlah-tewas-jadi-34-anak … DIKEMANAKAN DANA JAMINAN REKLAMASI PASCA TAMBANG NYA? @IgnasiusJonan @SitiNurbayaLHK @DivHumas_Polri @KPK_RI @KementerianESDM,” tulis Syarief.

Hingga berita ini dituliskan, twwet Laode M Syarief itu sudah di-komentari 15 orang, di-retweets sebanyak 101 kali, dan di-like sebanyak 138 kali.

Sejumlah akun twitter mendorong agar wakil ketua KPK itu melakukan langkah konkrit terkait kejelasana dana jaminan rekalamasi pasca tambang di Kaltim. Hal itu disampaikan akun twitter @nikolausharbowo.

“Sikat habis, Pak Laode, kl memang ada permainan dalam penggunaan dana jaminan reklamasi pasca-tambang. Biar jadi pelajaran bg seluruh pihak. Kalau tidak, lubang-lubang mematikan ini akan semakin bertambah banyak,” tulis akun twitter @nikolausharbowo mengomentari tweet @LaodeMSyarief.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia di lubang tambang jumlahnya kembali bertambah, dan kali ini sudah mencapai 34 anak. Korbannya ke-34 itu adalah seorang anak bernama Natasya Aprelia Dewi. Dia meninggal dunia pada Rabu (29/5) dini hari, di sebuah lubang bekas galian tambang batu bara di Kecamatan Palaran, Samarinda.  

Natasya (12) adalah siswi kelas IV SD di Simpang Pasir, Palaran, Samarinda. Dia tenggelam ketika bermain dengan teman-temannya di lubang bekas galian tambang yang berada di dekat rumahnya.

Adapun lubang tambang diduga milik konsesi PT Insani Bara Perkasa (PT.IBP). PT IBP sendiri merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang mempunyai izin PKP2B. Izin yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.

[TOS]