Kaltimtoday.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan mengambil alih tugas KPU Kaltim. Hal itu dilakukan karena telah terjadi kekosongan jabatan komisioner setelah masa tugas komisioner KPU Kaltim 2014-2019 berakhir pada 4 Februari 2019.

KPU RI dipastikan akan tetap menjalankan tahapan pemilu di Kaltim hingga komisioner baru terpilih. Saat ini, seleksi komisioner KPU Kaltim yang baru masih terus berproses. Sebelumnya sempat tersendat karena perbedaan tafsir dari timsel soal peserta lolos CAT untuk mengikuti tes psikologi. Namun, setelah melalui klarifikasi, seleksi komisioner diulang dengan tetap mempertahankan peserta lolos seleksi sebelumnya hingga mendapat 10 kandidat untuk diusulkan ke KPU RI. 

Sekretaris KPU Kaltim Syarifuddin mengatakan, meski diambil alih KPU RI tahapan pemilu di Kaltim tidak akan terganggu. Tahapan untuk pemilu legislatif maupun pilpres tetap berjalan lancar. Meskipun secara teknis ditangani langsung oleh dirinya. 

“2014 kejadiannya sama seperti ini, ada kekosongan komisioner dan diambil alih KPU RI. Tidak ada masalah dan tahapan lancar-lancar saja,” ujar Syarifuddin. 

Disebutkan dia, tahapan seleksi masih akan berlangsung hingga 25 Februari 2019. Di mana timsel akan mengerucutkan peserta menjadi 10 nama. Setelah itu disodorkan ke KPU RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Jakarta. 

“Dulu kosong sampai 6 bulan enggak ada hambatan. Proses pemilu jalan terus, jadi tidak perlu khawatir,” tuturnya. 

Meski begitu, sebut dia, dirinya tidak bisa mengambil kebijakan layaknya komisioner. Dalam mengambil kebijakan harus berkoordinasi dengan KPU RI agar tetap sesuai aturan yang berlaku. 

“Saya tetap koordinasi dengan pusat sampai saat ini,” pungkasnya. 


Artikel Terkait