ILUSTRASI/PESILAT KALTIM

Kaltimtoday.co - KONI Kaltim segera memverifikasi cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga di kualifikasi atau Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019. Para atlet yang dinilai berpotensi dan layak akan mengikuti Training Centre (TC) Pematangan Kontingen selama 1 bulan.

"Tidak semua cabor itu otomatis diberangkatkan Pra-PON. Hanya cabor yang dianggap layak, yang berpotensi medali," ucap Kabid Binpres KONI Kaltim, Alfons T Lung saat ditemui di Sekretariat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Senin (8/7/2019).

Dia menerangkan, KONI Kaltim bersama pengurus provinsi (Pengprov) akan menganalisis dan memverifikasi data tiap atlet. Sehingga cabor yang akan tampil di Pra-PON harus menyerahkan proposal.

"Jika memang sesuai dan berpotensi, baru dilakukan TC pemantapan kontingen cabor menuju Pra-PON," tuturnya.

Alfons juga menyebut, Pra-PON harus ditanggapi serius lantaran bukan sekadar ajang mencari pengalaman. Namun untuk dapat mengirim atlet sebanyak-banyaknya menuju PON di Papua mendatang.

Lebih jauh, acuan verifikasi cabor sebelum ikut di Pra-PON ini merupakan respons dari keinginan Gubernur Kaltim Isran Noor. Menurutnya, Isran ingin memprioritaskan cabor berpotensi meraih medali saja yang bakal dikirim ke PON Papua nanti.

"Mengacu pada keinginan Pak Gubernur. Enggak semua cabor itu bisa berangkat. Harus verifikasi dulu," pungkasnya. (*/Pas)