REZA/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.co, Samarinda - Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang melantik dua dewan pengawas Perusahaan Daerah (Perusda). Yakni Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kencana (PDAM) dan Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Pergudangan (PDPAU).

Pembentukan dewan pegawas ini disebut sebagai upaya  menjembatani antara pemerintah dan perusda. 20 pejabat eselon III dan IV dilantik Syaharie Jaang di Rumah Jabatan, Jalan S Parman, Samarinda, Senin (8/7/2019). 

Jaang memaparkan, pelantikan ini sengaja dikebut. Meski demikian masih ada beberapa anggota dewan pengawas yang belum selesai proses pemilihannya.

"Karena sudah ada beberapa yang pensiun. Tapi khusus dewan pengawas jangan dianggap sebagai anak buah direksi ya. Mereka itu jembatan pemerintah dengan perusda," ucap Jaang

Selain itu, Syaharie Jaang juga memberikan kewenangan bagi dewan pengawas untuk melakukan evaluasi langsung bagi jajaran direksi, jika terjadi keluhan khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

Wali kota dua periode itu juga meminta dalam jangka waktu enam bulan kedepan, para pejabat yang dipercayakan menjadi dewan pengawas wajib memberikan laporan kepadanya untuk mengetahui pencapaian dari setiap perusda.

"Itulah maksud saya jangan keliru, dewan pengawas ini kerjanya ya wajib memberikan laporan kepada pemerintah," Jelas Jaang.

Sementara itu, Ketua Dewan Dewan Pengawas PDAM Tirta Kencana Aji Syarif Hidayatullah mengaku, dirinya perlu beradaptasi dengan jabatan yang baru dia jabat. Apalagi saat ini dia merangkap jabatan sebagai kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samarinda.

"Sebenarnya tidak susah, hanya perlu penyesuaian saja. Karena bukan bekerja secara teknis tapi dewan pengawas itu  hanya bergerak untuk mengevaluasi dan menyampaikan kepada wali kota," terang pria yang akrab disapa Dayat tersebut.

Dia juga menjamin akan menegur direksi jika keluhan masyarakat masih banyak ditemukan. Namun dia juga akan memastikan sebagai perusda, wajib memikirkan benefit dari pelayanan distribusi air.

"Semua ada standarnya, jadi semua persoalan termasuk masalah kebocoran akan dievaluasi. Tapi, saya masih menunggu dua anggota dewan pengawas lagi yang masih dalam proses seleksi," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dewan Pengawas PDPAU Syahruddin yang juga menjabat sebagai Kabag Humas Pemkot Samarinda. Dia mengatakan, akan mendorong untuk mengembangkan PDPAU dalam penyediaan barang pokok guna menekan inflasi daerah serta memaksimalkan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) dengan harga sewa sebesar Rp 480 ribu.

"Rusunawa sudah diperbaiki dan juga peminat makin banyak karena harganya yang terjangkau dan penyediaan bawang putih, itu akan dikembangkan lagi agar mencukupi kebutuhan masyarakat," katanya.

Sementara itu, 20 eselon III dan IV yang dilantik sebagai anggota dewan pengawas meliputi Julia Noor, kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah; Firman Adhy Stia, sekretaris Dinas Pertanahan; Anis Siswantini, camat Samarinda Kota; Sukardi, sekretaris Kecamatan 

Samarinda Ulu; Norsidah, kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Fachrul Wijaya Gais, kepala Bidang Fasilitas Usaha dan Pembiayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Kamarunisya, kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Makmur Sentosa, sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran; Ahmad Rizani, kepala Bidang Pencegahan, Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran; Ardi, kepala seksi Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika; Herlina, kepala sub Bagian Perencanaan Program Dinas Komunikasi dan Informatika; Dady Kresnha Thamrin, kepala seksi Kemitraan Media dan Lembaga Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika; Abdilah Syafei, kepala seksi Pengelolaan Data Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika; Dardanella Yama Sartika, kepala seksi Data dan Profil Kelurahan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Ira Oktarina, kepala seksi Pemberdayaan Keluarga Sejahtera Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Yudiar, kepala seksi Penyuluhan dan KIE Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Nur Aida, kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Samarinda Ulu; Lilik Zulzilah, kepala bidang Litbang Pemerintahan,Sosial dan Budaya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah; Muliater Sinaga, kepala bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Aji Fema Herlina, kepala seksi Pengawasan dan Akuntabilitas Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

[RZA | TOS]