Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Samarinda, melepas akhir tahun 2018 dengan zikir dan doa bersama. Selain itu, juga disambung makan bersama warga binaan dan silaturrahmi antara petugas Lapas, Senin (31/12/2018).

Kepala Lapas Narkotika Bayur Muhammad Kurnia

Kaltimtoday.co - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Samarinda, melepas akhir tahun 2018 dengan zikir dan doa bersama. Selain itu, juga disambung makan bersama warga binaan dan silaturrahmi antara petugas Lapas, Senin (31/12/2018). 

Kepala Lapas Narkotika Bayur, Muhammad Kurnia menyatakan, zikir dan doa bersama tersebut diharapkan bisa mendatangkan berkah dan kebaikan sehingga tahun depan kondisi Lapas jauh lebih baik dari tahun ini. 

“Tentu kami ingin lebih baik. Saat ini sudah baik tapi kita harus terus berbenah agar hal hal yang masih perlu dibenahi kita sempurnakan tahun depan,” katanya di sela sela acara dalam Lapas di Jalan Padat Karya, Sempaja Utara, Samarinda Utara. 

Kurnia pun bersyukur karena apa yang mereka lakukan sejalan dengan imbauan Gubernur Kaltim Isran Noor yang mengimbau masyarakat mengadakan zikir dan doa bersama akhir tahun. 

“Kami sudah rencanakan kegiatan ini seminggu lalu, sebelum terbitnya edaran Pak Gubernur tentang zikir dan doa bersama. Kami gembira karena program kami selaras. Kami sudah melakukannya hari ini,” katanya lagi. 

Untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama, warga binaan pun diajak bersedekah untuk warga kurang mampu di sekitar Lapas Desa Bayur. Petugas menyiapkan kotak infaq untuk dibagikan pada warga binaan yang terhitung per hari ini berjumlah 1.558 orang meski daya tampung Lapas hanya 365 orang. 

“Tahun depan kami akan maksimalkan rehabilitasi dan menonjolkan keunggulan produk karya warga binaan,” sambungnya. 

Menariknya di dalam Lapas Narkotika warga binaan juga mendapat beragam keterampilan yang bernilai ekonomi seperti pembuatan roti, furnitur hingga menjahit. Begitu pun dengan roti yang kini didistribusikan ke seluruh lingkungan kerja Kementerian Hukum dan HAM di Samarinda. 

“Khusus roti ini baru sekitar sebulan. Sementara dijual ke rutan dan Lapas. Nanti kalau pemasaran sudah bagus kita lempar ke luar (masyarakat umum)” tutup Kunia. [PAS]


Artikel Terkait