Sejak awal gempa melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 5 Agustus lalu, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dana Peduli Ummat (DPU) Kaltim langsung bergerak cepat. Mereka telah mengirimkan relawan dan obat-obatan ke lokasi gempa. Bukan itu saja, pasca gempa pun LAZ DPU Kaltim ikut dalam program recovery atau pemulihan pasca gempa hingga saat ini.

Kaltimtoday.co - Sejak awal gempa melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 5 Agustus lalu, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dana Peduli Ummat (DPU) Kaltim langsung bergerak cepat. Mereka telah mengirimkan relawan dan obat-obatan ke lokasi gempa. Bukan itu saja, pasca gempa pun LAZ DPU Kaltim ikut dalam program recovery atau pemulihan pasca gempa hingga saat ini. 

Untuk melanjutkan recovery tersebut, LAZ DPU Kaltim, Rabu 12 September 2018, kembali mengirim donasi yang dihimpun dari masyarakat Kaltim, yang disampaikan langsung Direktur LAZ DPU Kaltim Rahmad, Ketua LAZ DPU Cabang Samarinda Agus Susilo dan Manager Senior Marketing Musyda Hadaitullah. Mereka akan berada di Lombok mulai hari ini hingga Minggu mendatang. 

Demikian penjelasan singkat dari Direktur LAZ DPU Kaltim Rahmat dalam jumpa persnya di Kantor Pusat DPU Jalan Siraj Salman, Samarinda. Menurut Rahmat, sejak penggalangan dana dibuka hingga saat ini, lebih dari Rp 200 juta donasi telah dikumpulkan. Dana tersebut disalurkan melalui bantuan pangan, obat-obatan hingga bangunan rumah, sekolah darurat dan MCK. "Kami harus pastikan hunian yang terbangun ramah gempa dan sekolah darurat sudah terbangun," jelas Rahmat. 

Dari rilis yang diserahkan ke media, tercatat gempa Lombok telah menelan 506 jiwa meninggal, 1.406 warga luka-luka, 430.946 warga mengungsi, 71.724 rumah rusak dan 440 rumah ibadan dan sekolah yang juga rusak parah. 

Sementara itu Manager Senior Marketing Musyda Hadaitullah menyatakan saat ini kondisi masyarakat Lombok masih sangat memprihatinkan. Setiap saat mereka selalu waspada akan bahaya gempa susulan yang setiap saat mengancam jiwa mereka. Imbasnya, ekonomi lumpuh sehingga bahan pangan melambung tinggi. "Kami terpaksa mendatangkan bahan pangan dari luar Lombok untuk memasok kebutuhan masyarakat. Karena itu kami berharap bantuan dari masyarakat terus mengalir agar bisa kami salurkan ke korban gempa yang masih sangat membutuhkan bantuan kita," jelas Musyda. [PAS]


Artikel Terkait