Kaltimtoday.co - Sekali lagi, kantor pegiat jaringan advokasi tambang (Jatam) Kaltim dirusak orang tak dikenal. Mereka menduga, aksi ini sebagai balasan terkait sorotan tajam Jatam terkait tewasnya tidak kurang 32 nyawa di lubang bekas tambang batubara.

Perusakan kantor sekretariat Jatam Kaltim terjadi Senin (5/11) malam. Aksi ini terjadi di tengah sengitnya pemberitaan korban ke-32 yang tewas di lubang tambang Kutai Kartanegara. Jatam menyebut tidak kurang 30 orang datang ke markasnya.

Bukan sekali dua kali ini markas sekretariat Jatam Kaltim diserang kelompok orang tak dikenal. Jatam menduga ada pihak-pihak yang terusik dengan kampanye dan advokasi yang selama ini dilakukan organisasinya.

“Kami belum tahu persis apa motif di balik penyerangan dan pengerusakan ini. Tapi, kami yakin ini terkait dengan sejumlah laporan serta advokasi dan kampanye yang Jatam kaltim suarakan," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang,saat menggelar jumpa pers, Selasa (27/11/2018).

Rupang menjelaskan, upaya advokasi Jatam, tidak hanya soal korban tewas di lubang bekas tambang yang kini berjumlah 32 orang, melainkan juga soal tambang ilegal dan pencemaran lingkungan.

"Juga perampasan lahan," ujar Rupang.

Jatam Kaltim secara resmi telah melaporkan perusakan ini kepada pihak berwajib. Akibat dari penyerangan tersebut, pintu, jendela dan sebuah motor mengalami kerusakan.

"Tadinya kami berfikir situasi dan ancaman akan berakhir. Tapi ternyata, tidak masih terus berlanjut," terang Rupang.

Jatam mengklaim, laporan disampaikan ke Polresta Samarinda, dan ditembuskan ke Polda Kaltim serta Komnas HAM. Jatam mendesak, Polda Kaltim terus memproses kasus-kasus lubang tambang yang ditelantarkan, yang telah menelan 32 korban jiwa itu.

"Juga memproses sejumlah pelanggaran dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan batubara di Kaltim," pungkasnya

[WAL]


Artikel Terkait