DISYA/KALTIMTODAY.CO

Ketua Bawaslu Kaltim Saiful Bachtiar 

Kaltimtoday.co - Menjelang masa tenang pemilu pada 13 - 16 April 2019, Bawaslu berkomitmen memberikan pengawasan secara maksimal. 

Ketua Bawaslu Kaltim Saiful Bahtiar menerangkan, pihaknya telah memberikan himbauan kepada parpol maupun peserta pemilu untuk tidak melakukan kampanye lagi.

"Kami sudah ingatkan semua caleg dan parpol untuk tidak berkampanye lagi. Apabila dilanggar, kami dan Satpol PP beserta pihak keamanan daerah akan menertibkan," kata Saiful.

Pengawasan maksimal yang dilakukan Bawaslu dalam mengidentifikasi kampanye berbentuk APK dan Money Politic.

Bawaslu akan memberikan pengawasan penuh selama pra, proses,dan pasca pemilu. 

"Karena ini masa pra pemilu, kami memastikan pendistribusian logistik maupun C6 sudah harus sampai ke pemilih yang terdaftar di DPT," ujarnya.

Dia juga meminta pihak KPU untuk kesiapannya dalam bentuk teknis di TPS dikarenakan terdapat 5 kotak suara yang memiliki kesulitan yang banyak. Bawaslu juga akan memberikan pelayanan maksimum kepada masyarakat selama di TPS. 

Selama proses pemilu 2019, Bawaslu mendapatkan 115 kasus pelanggaran pemilu. Salah satunya pelanggaran pidana. Terdapat 20 pelanggaran pidana yang 2 diantaranya telah menuju ke pengadilan. 

Pelanggaran pemilu juga didapatkan di netralitas ASN. Jumlah yang telah direkomendasikan ke Komisi ASN oleh Bawaslu ialah 9 orang. 7 orang telah diberikan sanksi sedang. Sanksi sedang yang diberikan adalah ancaman penurunan jabatan hingga tidak mendapatkan tunjangan selama setahun.

"2 orang masih dalam proses rekomendasi ke Komisi ASN," jelasnya.

Dari segi indikasi kerawanan, Kaltim berada di peringkat 15 besar dari 34 provinsi di Indonesia. Peringkat tersebut menurun dari Pilgub 2018 lalu dimana Kaltim berada di peringkat 10 besar.

"Kami tetap akan terus menekan peringkat tersebut sampai ke 30 besar dengan sistem pencegahan dan penindakan. Apabila dilihat dari sisi DPT, Kaltim  termasuk kecil titik kerawanannya daripada Jawa dan Sumatera," tuturnya.

Dirinya menginginkan Kaltim menjalankan pesta demokrasi tahun ini berjalan aman. Dia meminta pemerintah daerah ikut berkontribusi mengamankan jalannya pemilu, selain dari pihak kepolisian dan TNI. 

[DSY | TOS]