SAMARINDA – Pelantikan Isran Noor dan Hadi Muluyadi dipastikan bakal dipercepat. Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) menjadwalkan pelantikan digelar di Istan Negara, Jakarta pada 1 Oktober mendatang. Pelantikan ini dilakukan setelah posisi gubernur Kaltim ditinggal Awang Faroek Ishak dan diisi oleh Pj gubernur, Restuardy Daud. 

“Saya baru terima informasi dari Bu Sekda. Ada rapat hari ini di Jakarta. Informasinya pelantikan Pak Isran dan Pak Hadi dipercepat jadi 1 Oktober,” terang Anggota DPRD Kaltim Zaenal Haq kepada Kaltimtoday.co, Kamis (27/9/2018). 

Zaenal Haq mengatakan, Pj Sekda Kaltim Meiliana dipanggil ke Jakarta. Meiliana diundang sebagai sekretaris daerah untuk hadir rapat koordinasi pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih bersama sekda dari Sumatera Selatan (Sumsel). Dijadwalkan pelantikan Isran Noor dan Hadi Mulyadi bersamaan dengan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih Sumsel.

“Infonya A1,” tegas politikus PKS itu. 

Sebelumnya, Dosen Fakultas Hukum Univesitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah berpendapat sangat memungkinkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur Kaltim terpilih, Isran Noor-Isran Hadi dipercepat. Hal ini dikarenakan Awang Faroek Ishak telah menyatakan mengundurkan diri setelah resmi menjadi calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem. Menurut Castro, masa jabatan gubernur itu selama 5 tahun, tehitung sejak hari pelantikan. Hal itu secara eksplisit disebutkan dalam Pasal 162 ayat (1) UU 10/2016. Jadi prinsipnya, kata dia, masa jabatan Gubernur itu tidak boleh dikurangi, bahkan ditambah 1 hari pun tidak boleh.

"Pak Awang itu dilantik 17 Desember 2013, artinya masa jabatannya hingga 17 Desember 2018 mendatang. Hanya saja, dalam kasus Pak Awang ini, beliau kan sudah mengajukan pengunduran diri dikarenakan proses pen-caleg-an," ungkap Herdiansyah seperti dikutip dari Tribun Kaltim, Rabu (5/9/2018) lalu.

[PAS]