Kaltimtoday.co - Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor dan Hadi Mulyadi bakal kembali membuat gebrakan dengan mengusung pemberian "Beasiswa Kaltim Tuntas”. Program ini disebut-sebut bakal menggantikan program gubernur sebelumnya "Beasiswa Kaltim Cemerlang". 

Perbedaannya, khusus untuk anak berprestasi akan dibiayai full seluruh pendidikannya sejak SMA hingga lulus kuliah tanpa putus. Begitu pun warga yang kurang mampu, juga akan dibiayai pada seluruh jenjang pendidikan.

Hal itu diungkap Sekretaris Tim 12 Isran-Hadi, Zaenal Haq. Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim ini menjelaskan, perbedaan mendasar antara Beasiswa Kaltim Tuntas dengan Beasiswa Kaltim Cemerlang terletak pada sistem pemberian beasiswa. Kalau Kaltim Cemerlang diberikan secara stimulan dengan seleksi berkas setiap tahunnya. Tapi untuk Beasiswa Kaltim tuntas, akan diberikan sejak siswa SMA hingga lulus di perguruan tinggi secara terus menerus dengan standar IPK yang nantinya ditentukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

"Kalau Kaltim Cemerlang kan pemberian beasiswa sekali per semester saja, tidak ada ketentuan akan terima lagi. Kalau Beasiswa Kaltim Tuntas benar benar sampai lulus. Tapi tetap akan dievaluasi IPK dan moralitasnya. Sepanjang memenuhi siswa atau mahasiswa itu akan terus menerus dapat sampai lulus," jelas Zaenal.

Menariknya lagi, seluruh pembiayaan yang dimaksud tersebut sudah termasuk biaya buku, biaya tinggal dan biaya hidup di satu daerah. Semua akan ditanggung Pemprov Kaltim selama syarat dan ketentuan bisa dipenuhi penerima beasiswa tersebut. 

"Jadi Beasiswa Kaltim Tuntas ini bukan berdasarkan mampu atau tidak, tapi berdasarkan prestasi," sambungnya.

Karena pembiayaan pendidikan akan diberikan full hingga lulus kuliah, maka konsekwensinya pemberian beasiswa tidak akan banyak. Target Isran Hadi untuk beasiswa pola ini bisa mengkover 6.500 anak per tahunnya.

Lantas bagi yang kurang mampu? jangan khawatir karena ternyata anak kurang mampu juga akan mendapat beasiswa full bahkan sejak mereka SD. Namun nantinya juga akan dievaluasi jika kedua orangtuanya sudah dianggap mampu tentu beasiswa tersebut akan dihentikan. Untuk lebih detilnya, Disdikbud Kaltim disebut sedang menyusun formulasi kedua beasiswa tersebut.

"Kalau beasiswa kurang mampu orientasinya jangan sampai ada anak tidak sekolah karena tidak punya biaya. Sementara kalau tutas untuk mamfasilitas anak anak berprestasi agar bisa berbakti pada Kaltim jika sudah lulus," terangnya kepada Kaltimtoday.co.

Untuk menerapkan sistem ini, pemerintah akan memulainya tahun depan secara bertahap. Sebab Zaenal paham untuk program baru tidak akan bisa dilaksanakan 100 persen di tahun pertamanya. Disdikbud Kaltim pun akan didorong untuk menyusun peraturan gubernur (Pergu) tentang pendidikan yang didalamnya membahas detail soal pemberian beasiswa. 

"Kami masih pelajari nantinya apakah bentuknya kontrak atau ikatan dinas, sebab formulasi itu juga masih disusun di Disdikbud Kaltim," paparnya.

Ditambah Sekretaris Disdikbud Kaltim Djoni Topan, pihaknya masih membahas Beasiswa Kaltim Tuntas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim sehingga belum bisa membeber berapa besaran dana yang harus disiapkan Pemprov Kaltim. 

"Pagunya masih dibahas di Bappeda. Saat ini, ada 791 penerima beasiswa ikatan dinas yang lulus pada 2019, 2020 dan 2022. Semua akan menerima beassiwa itu," pungkasnya.

[TOS]


Artikel Terkait