NETIZEN FOR KALTIMTODAY.CO

Sejumlah bukti dugaan money politic yang dilakukan caleg dari Partai Nasdem menjelang pencoblosan 17 April lalu. 

Kaltimtoday.co - Penangkapan salah satu koordinator saksi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Samarinda terkait dugaan politik uang atau 'serangan fajar' yang dilakukan malam sebelum hari pencoblosan membuat pihak Nasdem memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut.

Ketua DPD II Nasdem Samarinda, Joha Fajal, menerangkan bahwa bukti uang sebesar Rp 33,4 juta yang didapat dari Bawaslu Samarinda sebenarnya adalah dana untuk saksi.

"Koordinator saksi yang ditangkap itu memang benar membawa uang tunai, tetapi itu untuk dana saksi yang akan diberikan kepada para saksi di TPS," kata Joha kepada Kaltimtoday.co pada Sabtu (20/4/2019). 

Dana yang dipegang oleh koordinator saksi berdasarkan dari surat mandat yang keluar untuk menyerahkan pada saksi pada H-1 Pemilu 17 April 2019. Surat mandat tersebut sudah keluar dari 3 hari sebelum Pemilu. 

Terkait penangkapan koordinator saksi yang diduga melakukan serangan fajar, Joha menyatakan pihaknya belum meyakini bahwa kabar tersebut benar.

"Serangan fajar kan harus ada pemberi dan penerima. Apabila penerima tidak ditangkap, menurut kami itu tidak benar," paparnya.

Nasdem Samarinda meminta untuk dikaji terdahulu kebenaran kejadian tersebut. Ia meminta untuk adanya bukti - bukti yang memang menegaskan koordinator saksi melakukan penyalahgunaan dana saksi. 

Nasdem Samarinda sudah mendapatkan undangan dari Bawaslu Samarinda untuk memberikan klarifikasi terhadap kasus tersebut pada Senin (22/4/2019).

[DSY | TOS]

NETIZEN FOR KALTIMTODAY.CO

Sejumlah bukti dugaan money politic yang dilakukan caleg dari Partai Nasdem menjelang pencoblosan 17 April lalu.