HUJAN  akhirnya mengguyur Kota Samarinda setelah sekian lama teriknya matahari yang berkuasa. Di salah satu coffee shop Samarinda, perempuan muda dengan rambut pendek bergegas membuat pesanan kopi dari salah satu costumer yang sedang menongkrong di coffee shop tersebut. Dengan cekatan dan sudah hafal akan resepnya, ia langsung membuat es kopi untuk costumernya. 

Perempuan muda tersebut bernama Novitasari. Perempuan ini menjadi salah satu barista wanita yang ada di Samarinda. Ia bekerja di Karma  Specialty Coffee & Indie yang berlokasi di Jalan Kartini 05. Novitasari selalu belajar dalam mengenal kopi dan melayani pelanggan. Ia menjadikan kopi sebagai karir hidupnya. Dari kopi, ia mendapatkan banyak pengalaman dan teman dari berbagai daerah. 

Novi, biasa dia dipanggil, mulai menggeluti dunia kopi sejak Juni 2018. Memang belum setahun dia belajar tentang kopi. Namun, ia bekerja keras dalam mendalami seluk beluk kopi. Berkat kerja kerasnya, Novita berhasil meraih juara 2 dalam perlombaan Mandiri Borneo Coffee yang diselenggarakan di Balikpapan pada 1-3 Maret lalu. 

*** 

Novi memulai karir di dunia kopi sebagai waitress di salah satu coffee shop, sebelum akhirnya bekerja di Karma Coffee Shop. Selama bekerja di Coffe Shop, sehari-hari Novi antusias memperhatikan barista bekerja.

Novi mengaku penasaran bagaimana para barista mampu membedakan rasa dalam setiap biji-biji kopi. Selama hidup dia, dia merasakan bahwa kopi rasanya sama, pahit. Tak ada rasa yang lain dalam kopi. Sering pula ia mendengar komplain-komplain yang diberikan pelanggan kopi yang dia buat: pahit. Sehingga awalnya dia menyimpulkan semua jenis kopi mempunyai rasa yang sama.

Belakangan Novi mulai paham bahwa kopi memiliki pelbagai rasa. Ada asam, floral, maupun rasa cokelat. Novi pun penasaran bagaimana caranya membuat kopi sendiri sehingga bisa terciptanya rasa kopi yang menghasilkan rasa tidak hanya pahit

"Aku sebenarnya iseng sih ingin tahu caranya bikin kopi,” tutur Novi.

Novi mulai mencoba membuat kopi menggunakan teknik manual brew, V60. Membuat kopi dengan teknik ini lumayan susah. Karena dia sama sekali tidak mengerti dari rasio, suhu air, dan waktu dalam pembuatannya. 

Novi belajar meracik kopi sendiri. Dari internet. Melihat bagaimana barista senior di youtube membuat kopi, hingga belajar dengan barista dari coffee shop lain. Novi mengaku semakin mahir meracik kopi setelah mempraktekan langsung materi yang didapat dari internet maupun belajar dari barista yang lebih senior. 

“Saya perlu 3 bulan belajar meracik kopi sebelum dibolehkan memberikan hasilnya ke pelanggan,” ungkap Novi mengisahkan perjalanannya sebagai barista.

***

Sebagai barista perempuan, Novitasari selalu mempunyai pengalaman baru dan unik. Pada saat mulai menjadi barista, Novi pernah melayani pelanggan yang cerewet. Ketika pesan, pelanggan tersebut meminta jenis kopi tertentu dengan teknik sendiri. Sebagai barista , Novi harus menuruti pelanggan itu. Karena pelanggan adalah raja. Hukum dari sebuah bisnis.  Pada saat pelanggan telah menerima kopi yang dibuat oleh Novi, pelanggan tersebut langsung komplain bahwa rasa kopinya pahit dan langsung meminta gula.

"Aku kira pelanggan itu sudah mengerti tentang kopi. Pas dicoba, malah dia minta gula,” cerita dara kelahiran Sebulu, Kukar ini.

Rasa jengkel yang Novi rasakan mendapatkan pelanggan tersebut dialihkannya dengan ilmu yang ia dapat. Novi mendapatkan ilmu dimana ketika jenis kopi tertentu ketika dipakai teknik brewing yang berbeda akan menghasilkan rasa yang beda juga.  Pelajaran yang Novi dapatkan  dalam melayani pelanggan ialah menahan ego dan idealis yang ia punya  ketika melayani pelanggan yang berbeda  pemikirannya.

Pengalaman yang ia dapat tidak hanya pahit, namun manis pula. Novi mendapatkan teman-teman baru dari berbagai daerah. Barista-barista di seluruh Indonesia  mempunyai komunikasi yang sangat lancar dan akrab. Selama Novi bekerja di Karma Coffee Shop, ia selalu berkenalan dengan barista-barista dari coffee shop lainnya di Samarinda dan sekitarnya maupun luar Kaltim. Dari situ, ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Novi bisa mengetahui cerita kehidupan barista lainnya, mengetahui teknik yang dimiliki, hingga menikmati hasil seduhan kopinya. 

Hanya dari biji kopi, Novi mendapatkan karir yang membuat ia menikmati hidupnya dan tidak ada ketertarikan mencoba karir yang lainnya. 

***

Sepak terjangnya dalam dunia kopi yang masih belum lama tak membuatnya takut untuk mengikut lomba. Perempuan yang masih berumur 18 tahun ini memberanikan diri untuk mengikuti lomba brewing pertama kalinya. Lomba pertama yang ia ikuti ialah Karma Brewers Cup 2019 di Karma Coffee Shop. Hasilnya, Novi hanya meraih peringkat 20 besar.

Lomba kedua yang dia ikuti ialah di Fun Brewing 2019. Novi hanya lolos hingga babak penyisihan pertama. 2 kali kegagalan yang ia peroleh, tidak membuat dirinya pesimis. Dia memberanikan diri lagi untuk mengikuti lomba di Mandiri Borneo Coffee Fest 2019 di Balikpapan. Lomba yang dia ikuti adalah lomba yang pesertanya dari seluruh Kaltim. Tidak ada persiapan yang matang, ia hanya mempersiapkan diri seadanya. Meski sempat tidak yakin, Novi berhasil masuk ke babak final. Dengan dorongan keyakinan dari  sahabat, Novi memberikan seluruh gairahnya ke lomba ini. Akhirnya, keberuntungan lebih lama dia pegang, dia mendapatkan juara ke-2. Suatu kebanggaan bagi dia untuk mendapatkan juara itu. 

Novi mengaku tujuan mengikuti lomba-lomba tersebut tidak serta merta untuk mendapatkan hadiahnya, namun dari lomba tersebut menjadi uji keahlian dia sendiri dan meharumkan nama dia di dunia perkopian. Dari lomba pula, ia mampu mengenal banyak barista-barista dari berbagai daerah. Novi pun tidak puas hanya di juara dua, ia akan mengikuti lomba-lomba yang akan datang untuk terus mengasah kemampuan dia sebagai barista. 

***

Dari keisengan, Kopi telah membawa perempuan yang masih kuliah di jurusan teknik komputer ini ke dalam pengalaman yang sangat luar biasa. Kopi telah membawa Novi menjadi sosok yang sangat mandiri, sabar, dan berani mencoba hal baru. Novitasari sadar bahwa barista bukan profesi yang harus dipegang oleh lelaki. Wanita pun bisa menjadi barista. 

Mimpi besar yang Novi ingin wujudkan ialah mempunyai kedai kopi sendiri. Ia ingin semua orang tahu bahwa perempuan bisa menjadi apa saja yang dia inginkan apabila dia mau. Perempuan bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Resiko yang akan dia alami akan dia jalani untuk membuat dirinya maju. Novi pun berharap makin banyak barista wanita di kota Samarinda.

"Kopi itu pahit seperti kehidupan kita. Tetapi, kopi itu ada kecut, asam, dan manis. Seperti juga hidup kita. Kopi mengajarkan kita tidak usah terpuruk dengan kepahitan dalam hidup, karna masih ada rasa-rasa yang terkandung dalam pahit itu sehingga membuat hidup kita bermakna,” tutupnya.


Dwi Styaningsih Halid