DISYA/KALTIMTODAY.CO

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin

Kaltimtoday.co - Kasus OTT yang dilakukan koordinator saksi dari caleg Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Samarinda akan naik ke tahap penyidikan.

Hal itu ditegaskan langsung Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin. Kepada Kaltimtoday.co Abdul Muin menerangkan,  pihaknya meyakinkan kepada masyarakat bahwa kasus money politic itu terus berlanjut. Saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

"Kami pastikan Rabu (8 Mei 2019)  kepastiannya naik ke tahap penyidikan," kata Abdul Muin kepada Kaltimtoday.co di Convention Hall hotel Mesra Samarinda Selasa (7/5/2019).

Bukti yang telah dipegang oleh Bawaslu Samarinda berupa uang tunai Rp 33,4 juta, form C6 sebanyak 40 lembar, surat dukungan untuk salah satu caleg, serta kartu nama. Menurut Abdul Muin, bukti ini sudah cukup untuk mengarah pada perbuatan pidana pemilu.

Bawaslu Samarinda, lanjut dia tidak bekerja sendiri. Pihaknya akan bekerja bersama kepolisian dan kejaksaan dalam memutuskan perkara kasus tersebut.

"Kami telah melakukan rapat pembahasan untuk kasus tersebut. Jadi, semua keputusan harus diambil bersama," ujarnya.

Disinggung tentang tersangka, Muin belum bisa membeberkan hal tersebut. Namun, terdapat bukti kuat yang mengarah hanya kepada satu orang.

"Ada satu yang berpotensi kuat karena alat bukti cukup," jelasnya. 

Kasus dugaan politik uang ini terjadi di Jalan Pramuka 3 tepatnya di TPS 09 RT 06 Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, pada Rabu (17/5/2019) Pukul 03.45 Wita. Diduga pelaku merupakan koordinator saksi dari Partai Nasdem yang akan melakukan serangan fajar.

[DSY | TOS]