REZA/KALTIMTODAY

Ketua Pansel Wawali Samarinda Joha Fajal

Kaltimtoday.co, Samarinda -Panitia Seleksi (pansel) kembali melakukan rapat membahas tahapan untuk pemilihan wakil wali kota Samarinda di Ruang Rapat DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Jumat (12/7/2019) siang.

Ketua Pansel Joha Fajal mengatakan, rapat kali ini terkait dengan persiapan pemilihan wakil wali kota Samarinda karena telah mendapatkan dua nama yang diajukan oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang.

"Karena wali kota telah memberikan dua nama maka rapat ini untuk menindaklanjuti tahapan yang akan dilakukan dalam pemilihan wawali," ujarnya.

Joha menyatakan, pada 15 Juli nanti akan melakukan pemanggilan untuk kedua calon untuk memberikan surat persyaratan yang harus dipenuhi oleh dua kandidat.

Dilanjutkan pada 17 Juli, calon harus melengkapi semua persyaratan untuk diverifikasi oleh pihak pansel. Akan tetapi, jika calon belum memenuhi persyaratan maka akan diberikan perpanjangan waktu selama 3 hari.

"Jika persyaratan belum dilengkapi sampai tahap perpanjangan maka akan diberikan ke pihak partai pengusung untuk mengganti calonnya," jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan serta dinyatakan kelengkapannya maka akan dilakukan penetapan pada 23 Juli dan dilakukan paripurna pemilihan pada 25 Juli 2019.

"25 Juli nanti akan dilaksanakan paripurna pemilihan dengan cara voting," ujarnya.

Selain itu, Joha menegaskan, seluruh anggota mempunyai hak masing-masing dan tidak ada kaitannya dengan fraksi dan dilaksanakan paripurna pemilihan jika anggota DPRD Samarinda yang hadir 50 persen plus 1.

"Ketentuan pemilihan sebanyak itu. Sedangkan mekanisme hampir sama seperti pemilu, ada surat suara, bilik suara, dan semua sudah ada di tata tertib" tegasnya.

Dalam surat tersebut menyebutkan 17 persyaratan yang harus dilengkapi kedua calon yakni: 

1. Fotokopi KTP

2. Suket bebas narkoba

3. Suket tidak dijatuhi pidana dan bebas hutang

4. SKCK

5. Suket LHKPN

6. Suket dari pengadilan Niaga

7. Suket wajib pajak, SPPT dan Tidak punya tunggakan

8. Suket jasmani dan rohani

9. Paparan tertulis dari calon

10. Foto 4x6

11. Surat kesediaan menjadi calon

12. Surat tidak akan mengundurkan diri

13. Surat pengunduran diri (PNS, Tentara, polisi dan kepala desa)

14. Suket bertakwa kepada Tuhan.

15. Suket setia pada Pancasila, undang-undang dan cita-cita proklamasi dibubuhi dengan materai 6.000

16. Suket pengunduran diri dari dewan

17. Persyaratan khusus apabila calon adalah mantan pidana.

[RZA | TOS]