MEGA/KALTIMTODAY

Kaltimtoday.co, Bontang – Rencana pembangunan pabrik bahan peledak oleh PT Dahana, untuk aktivitas kontruksi, pihaknya membutuhkan sebanyak 600 tenaga kerja. Sementara saat operasional, karena dikelola oleh PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN), maka tenaga kerja yang dibutuhkan berkisar 140 orang.

Perwakilan dari PT Dahana, Budi menuturkan, saat ini pabrik bahan peledak memang belum ada aktivitas, mengingat pihaknya masih mengurus berbagai perizinan pembangunan.

Dijelaskan, kapasitas pabrik bahan peledak yang akan dibangunnya yakni sebanyak 7 ribu ton.

“Kami masih belum bergerak karena masih mengurus perizinan, yakni izin lingkungan, site plan, dan IMB,” jelas Budi saat menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Pengerjaan kontruksi pabrik, lanjut Budi, diperkirakan bakal berlangsung selama 30 bulan, dan akan merekrut tenaga kerja sebanyak 600 orang, melalui kontraktor PT Wika. Sedangkan tahap operasional akan dikelola oleh PT KAN dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 140 orang.

"Tentunya kami akan merekruit tenaga kerja sesuai dengan aturan Perda yang berlaku di Bontang,” ujarnya.

Dahana merupakan BUMN, sehingga pabrik yang akan dibangun harus segera berproduksi. Pihak Dahana pun akan terus melakukan pembicaraan dengan pemerintah untuk mempercepat proses perizinan.

[RI | TOS]