Kaltimtoday.co, Samarinda - Desa Bantuas yang berada di perbatasan Samarinda dan Kutai Kartanegara memang sangat jauh dari pusat kota. Untuk menuju rumah sakit yang berada di kota harus menempuh jarak sekitar 30 km.

Pembangunan puskesmas tersebut diharapkan dapat membantu warga di Desa Bantuas dan sekitarnya untuk mendapatkan bantuan penanganan pertama.

Peresmian tersebut dihadiri Sekkot SamarindabSugeng Chairuddin dan GM Pertamina asset 5 Irwan Zuhri GM, Rabu (10/7/2019) pukul 14.00 Wita.

Sugeng mengatakan, pembangunan gedung puskesmas tersebut akan sangat membantu untuk warga Desa Bantuas.

"Puskesmas ini akan sangat membantu untuk warga Bantuas dan tentunya dapat membantu pula warga yang berada di luar desa, baik itu Sanga-Sanga, Muara Jawa dan lainnya juga," ujarnya.

Dia menjelaskan, puskesmas yang terdekat untuk warga Bantuas sebelum dibangunnya puskesmas tersebut berada di Desa Bukuan. Jaraknya sangat jauh bila dari desa lain untuk berobat.

Puskesmas yang telah diresmikan akan melayani warga selama 24 jam. Sugeng mengatakan, fasilitas pelayanan tersebut belum cukup, meski begitu akan tetap dioptimalkan yang sudah ada.

Dia menerangkan,  pembangunan puskesmas tersebut pihak pertamina telah berkoordinasi dengan Pemkot sehingga pembangunan sendiri mengacu pada standar puskesmas yang ada.

"Sudah koordinasi sebelum pembangunan, sehingga standarnya telah dimiliki pihak pertamina," terangnya.

Sementara itu, GM pertamina asset 5 Irwan Zuhri menjelaskan pembangunan tersebut untuk membantu pemerintah dalam bidang kesehatan.

"Pembangunan CSR di bidang kesehatan ini akan sangat membantu peran pemerintah serta dapat memberikan manfaat bagi kalangan warga yang berada dibawah,"ucapnya.

Bantuan CSR yang diberikan pertamina merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat baik yang berada Samarinda bahkan Kutai Kartanegaran.

Zuhri menerangkan, bantuan yang diberikan oleh pihak Pertamina hanya pembangunan gedung serta pembelian pendingin ruangan saja. Sedangkan alat-alat telah disiapkan oleh pemerintah.

"Dari kami hanya membangun gedung dan memberikan pendingin ruangan kira habis Rp 700 juta lebih, sedangkan alat-alat sudah dari pihak pemerintah," tutupnya.

[RZA | TOS]