Kaltimtoday.co - Pemkot Samarinda berencana memindahkan pusat kota ke kawasan Sungai Siring. Rencana pemindahan tersebut disebut-sebut sudah siap. Diputuskan berdasarkan kajian mendalam dari tim ahli di Pemkot Samarinda. 

Hal itu disampaikan langsung Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin. Sugeng mengungkapkan, sebelumnya ada dua opsi untuk pemindahan pusat pemerintahan. Yakni, di Kecamatan Makroman atau Sungai Siring di Kecamatan Samarinda Utara. 

“Dipilih selain masih tersedia lahan yang luas juga karena aksesnya dekat dengan Bandara APT Pranoto,” ujar Sugeng ketika dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018). 

Dipaparkan Sugeng, untuk pemindahan pusat pemerintahan, pemkot perlu menyediakan lahan seluas 200 hektare. Saat ini, pemkot sudah memiliki lahan tersebut. 

“Lahan sudah punya. Jadi enggak perlu beli lagi,” tambahnya. 

Meski begitu, dia akui, beberapa pihak sempat meragukan rencana pemindahan tersebut. Apalagi lokasinya ke Sungai Siring  di Kecamatan Samarinda Utara. Sebab, di kawasan tersebut banyak lubang eks tambang batu bara.

“Belajarlah dari Malaysia yang pindahkan pusat pemerintahannya ke Putra Jaya. Di sana juga banyak lubang-lubang eks tambang dan bisa,” tuturnya. 

Pemindahan pusat pemerintahan memerlukan dana tidak sedikit. Namun, dia yakin pemindahan balai kota hingga organisasi perangkat daerah (OPD) bisa diwujudkan. Itu berkaca dari keberhasilan Kutai Timur saat memindahkan pusat pemerintahannya ke Bukit Pelangi. 

“Pak Awang Faroek dulu juga dikritik saat bangun di Bukit Pelangi. Tapi lihat sekarang, sudah bagus kan, padahal biayanya ratusan miliar,” paparnya. 

Pemindahan pusat pemerintahan, lanjut dia, harus dilakukan karena melihat perkembangan ibu kota Kaltim saat ini. Jika tidak dilakukan sekarang, maka kota semakin padat. Bahkan akan sulit untuk memindahkan pusat pemerintahan ke depan. 

“Ini saat yang tepat. Beban kota sudah semakin bertambah, ditunda-tunda biayanya nanti justru semakin membengkak,” pungkasnya. 

[WAL]


Artikel Terkait