Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemkot Samarinda dipastikan tidak akan memberikan ganti rugi terhadap warga  yang digusur di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) pada tahap proyek normalisasi 8 Juli mendatang.

Seperti diketahui, proyek normalisasi SKM kembali dikerjakan. Proyek ini dilakukan untuk menanggulangi masalah banjir di Samarinda. Akibat proyek itu, tidak kurang 250 rumah mulai Gang Nibung, Pasar Segiri hingga Jembatan Perniagaan bakal digusur. Warga diminta untuk segera pindah. Sayangnya, Pemkot Samarinda yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah sosial enggan memberikan ganti rugi maupun sekadar tali asih.  

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda Toni Suhartono menyatakan, Pemkot Samarinda tidak dapat memberikan ganti rugi kepada warga yang terkena gusur.

"Tidak ada lagi celah buat kami memberikan bantuan hibah kepada warga seperti yang dulu pernah diberikan bantuan ke warga yang sekarang bermukim di Handil kopi," tuturnya pada Kaltimtoday. (03/07/2019).

Persoalan bantuan kepada warga yang terdampak penggusuran memang sudah menjadi kendala karena Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2016 tak membolehkan pemerintah memberikan hibah uang atau aset atas lahanya atau asetnya sendiri.

Akan tetapi, Toni menjelaskan, kembali bahwa Pemkot Samarinda telah berupaya berkonsultasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar dapat memberikan bantuan terhadap warga yang terkena gusur.

"Kami sudah berkonsultasi atas permasalahan bantuan dan mereka telah menampungnya. Sehingga dalam penyusunan APBD 2020 nanti ada anggaran bantuan untuk korban penggusuran," ujarnya.

Toni menambahkan, bantuan yang akan diberikan kepada warga yang terkena dampak sosial/penggusuran tersebut berupa bantuan barang ataupun uang.

Untuk bantuan permasalahan dampak sosial pada warga yang tergusur saat jalannya proyek normalisasi aliran sungai pada 8-22 Juli nanti pemkot tidak dapat memberikan bantuan.

"Bantuan tersebut tidak dapat direalisasikan karena tidak ada petunjuk teknisnya dalam aturan APBD tahun ini," pungkasnya.

[RZA | TOS]