Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim akhirnya menjatuhkan sanksi kepada PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN). Perusahaan tambang batu bara yang mengakibatkan longsor di jalan utama Sangasanga-Muara Jawa dan mengakibatkan setidaknya 6 rumah ambruk. 

Pemprov Kaltim memberikan sanksi setelah tim investigasi yang diturunkan menemukan bukti longsor terjadi akibat aktivitas tambang batu bara. Sanksi yang diberikan berupa penutupan area pit 1 wes yang merupakan area penambangan. Area itu jaraknya 200 meter dari titik longsor. 

“Penutupan dilakukan permanen,” ujar Kepala Dinas ESDM Wahyu Widhie Heranata. 

Selain menutup area tambang di pit 1, PT ABN juga diwajibkan untuk melakukan recovery terhadap semua lokasi yang rusak. Mulai jalan hingga rumah yang ambruk akibat longsor. 

“Sesuai arahan Pak Wagub (Hadi Mulyadi) PT ABN ganti rugi kerusakan rumah warga dan tanggungjawab perbaiki jalan yang rusak,” ungkapnya. 

Disebutkannya, perbaikan jalan rusak oleh PT ABN sudah dilakukan sejak Minggu (2/12). Sebanyak 2 alat berat milik PT ABN berupaya menimbun longsor di badan jalan. Dalam sepekan jalan sudah kembali dilintasi. Sementara jalan masih ditutup. 

Adapun terkait ganti rugi rumah warga yang hancur akibat longsor, dirinya mengaku belum mengetahui detail ganti rugi yang bakal diberikan perusahaan. Namun, PT ABN sudah menjamin akan bertanggungjawab.

[WAL]


Artikel Terkait